- Empat ambulans komunitas Yahudi dibakar di Golders Green, London, memicu investigasi kejahatan kebencian anti-Semit.
- Tiga pelaku bertopeng menyalakan api, menyebabkan ledakan dari tabung gas yang merusak kendaraan tersebut.
- Serangan ini meningkatkan kekhawatiran keamanan komunitas Yahudi dan dikecam keras oleh para pemimpin Inggris.
Suara.com - Serangan mengejutkan terjadi di London ketika empat ambulans milik komunitas Yahudi dibakar di luar sinagoga.
Polisi setempat menyelidiki insiden ini sebagai dugaan kejahatan kebencian anti semit.
Rekaman video menunjukkan tiga pelaku bertopeng menyalakan api pada kendaraan yang terparkir di kawasan Golders Green.
Ledakan terdengar di sekitar lokasi, yang merupakan salah satu komunitas Yahudi terbesar di London.
Polisi menyebut ledakan kemungkinan berasal dari tabung gas di dalam ambulans.
“Ambulans terbakar satu per satu,” ujar saksi Jenny Rodin dilansir dari NY Post.
Sementara saksi lain, Max Reisner, menggambarkan momen itu sebagai sangat menakutkan melihat ambulans meledak di depan mata.
Setelah api padam, yang tersisa hanyalah kerangka kendaraan yang hangus. Ketua Hatzola Northwest, Shloimie Richman, menegaskan serangan ini disengaja.
“Empat dari enam ambulans kami menjadi target dalam aksi pembakaran ini,” katanya.
Baca Juga: Arab Saudi Usir Atase Militer Iran, MBS Disebut Desak Trump Terus Gempur Teheran
Pihak berwenang kini memburu pelaku yang melarikan diri dari lokasi kejadian.
Serangan ini memicu kekhawatiran baru terhadap keamanan komunitas Yahudi di Inggris.
Pemimpin agama Yahudi Inggris, Ephraim Mirvis, mengecam keras kejadian tersebut. Ia menyebutnya sebagai serangan yang sangat menjijikkan.
Perdana Menteri Keir Starmer juga mengutuk aksi tersebut.
“Ini adalah serangan pembakaran antisemit yang sangat mengejutkan. Antisemitisme tidak memiliki tempat dalam masyarakat kita,” tegasnya.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan global sejak konflik di Timur Tengah memanas, antara AS-Israel dengan Iran.
Berita Terkait
-
Arab Saudi Usir Atase Militer Iran, MBS Disebut Desak Trump Terus Gempur Teheran
-
Internet Iran Lumpuh 23 Hari, Pemadaman Terpanjang dalam Sejarah
-
Ketegangan Selat Hormuz Memuncak: Ultimatum Trump Picu Ancaman Balasan dari Teheran
-
Jangkauan Rudal Iran Tembus 4000 Km, AS dan Sekutnya Gemetar, Panas Dingin, Panik
-
Influencer Inggris Jadi Buzzer Pemerintah? Pamer Bikini Tutupi Realita Perang Iran
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Tewas Dalam Kebakaran, Jenazah Anggota BPK Haerul Saleh Dimakamkan di Kolaka
-
Mampu Serap Banyak Karbon, Lahan Gambut Jadi Fokus Penelitian Global Untuk Perkuat Kebijakan
-
Dikenal Baik dan Suka Menolong, Menteri Koperasi Ngaku Sering Tukar Pikiran dengan Haerul Saleh
-
Haerul Saleh Wafat dalam Tragedi Kebakaran, Mentan: Beliau Selalu Mengedepankan Kepentingan Bangsa
-
Polemik Anggaran Pendidikan! JPPI Sebut Jutaan Guru Hidup dengan Upah Tak Layak
-
Kasus Pelecehan Santri Pati: Selly Gantina Ingatkan Bahaya Sembunyikan Pelaku
-
Gus Ipul Konsultasi Soal Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Rp 27 Miliar ke KPK
-
Peneliti Ungkap Hubungan Penyusutan Danau Turkana dengan Aktivitas Gempa Bumi
-
JPPI Kritik Keras SE Mendikdasmen, Guru Honorer Terancam Tersingkir dari Sekolah Negeri
-
Jadi Peternak Kambing tapi Berizin Direktur, WNA Myanmar Terancam Deportasi dari Yogyakarta