IEA melaporkan 40 aset energi Timur Tengah rusak parah akibat konflik bersenjata berkepanjangan.
Penutupan Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak dunia dan mengganggu stabilitas ekonomi Asia.
Cadangan 400 juta barel minyak darurat disiapkan IEA untuk mengatasi krisis pasokan global.
Suara.com - Kondisi geopolitik perang yang memanas di kawasan Timur Tengah kini memicu kekhawatiran besar terhadap stabilitas energi global, salah satunya pasokan BBM dunia.
Badan Energi Internasional atau IEA melaporkan adanya kerusakan infrastruktur yang sangat masif di berbagai negara produsen.
Setidaknya terdapat sembilan negara di wilayah tersebut yang mengalami kehancuran pada fasilitas energi vital mereka.
Laporan terbaru menunjukkan bahwa lebih dari 40 aset strategis kini berada dalam status rusak parah.
Situasi ini diprediksi akan menghambat distribusi minyak dan gas dalam jangka waktu yang cukup lama.
Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol menyampaikan bahwa pemulihan infrastruktur ini tidak bisa dilakukan secara instan.
Beliau menekankan bahwa proses perbaikan ladang minyak serta pipa penyalur akan memakan waktu yang sangat signifikan.
“Akan membutuhkan waktu bagi ladang minyak, kilang, dan pipa untuk kembali beroperasi,” katanya.
Konflik bersenjata yang telah pecah selama beberapa pekan terakhir menjadi penyebab utama lumpuhnya sektor ini.
Baca Juga: Benjamin Netanyahu Mulai Kalang Kabut Hadapi Iran Sampai Lakukan Hal Memalukan Ini
Pengiriman komoditas melalui jalur laut internasional bahkan dilaporkan hampir terhenti sepenuhnya saat ini.
Fatih Birol memberikan gambaran betapa gawatnya situasi ekonomi yang sedang dihadapi oleh masyarakat dunia sekarang.
Ia melihat adanya pola gangguan yang sangat ekstrem pada jalur perdagangan internasional di berbagai sektor.
Menurutnya dampak gangguan tersebut menyerupai “dua krisis minyak besar pada 1970-an dan krisis gas alam sekitar 2022 yang digabungkan.”
Seluruh elemen dalam rantai pasokan energi telah mengalami disrupsi yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Kekacauan ini tidak hanya menyerang sektor migas tetapi juga merusak nadi utama perekonomian dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Iran vs Barat: Skema Asuransi Selat Hormuz Bisa Lumpuhkan Perdagangan Dunia
-
Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah
-
Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu
-
Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!
-
Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!
-
Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap
-
Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!
-
KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG
-
Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir