News / Internasional
Selasa, 24 Maret 2026 | 09:07 WIB
Benjamin Netanyahu (AFP)
Baca 10 detik
  • Netanyahu merilis video kenangan 1990-an di tengah isu kematian akibat serangan rudal Iran.

  • Warganet curiga video di Kota Arad adalah hasil rekayasa AI karena ditemukan kejanggalan visual.

  • Netanyahu memperingatkan dunia bahwa jangkauan rudal Iran kini sudah mengancam hingga wilayah Eropa.

Suara.com - Isu mengenai kondisi kesehatan dan keselamatan pemimpin tertinggi Israel kini sedang menjadi perbincangan hangat di jagat maya.

Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali membagikan sebuah unggahan video melalui platform Instagram pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Unggahan tersebut dilengkapi dengan keterangan singkat yang menegaskan komitmen Netanyahu untuk selalu membela Negara Israel.

Konten video tersebut merangkum perjalanan politik dan aksi Benjamin Netanyahu sejak era 1990-an hingga saat ini.

Publik justru memberikan reaksi yang tidak terduga terhadap kompilasi cuplikan sejarah kepemimpinan pria yang akrab disapa Bibi itu.

Banyak pengguna internet merasa bahwa gaya penyuntingan video tersebut lebih mirip dengan tayangan penghormatan terakhir atau memorial.

Hal ini memicu kecurigaan bahwa sang Perdana Menteri kemungkinan besar sudah tiada atau mengalami cedera yang sangat serius.

Tayangan itu dibuka dengan sebuah narasi pertanyaan mengenai gambaran sosok Netanyahu pada periode awal tahun 1990-an silam.

Visual yang ditampilkan mencakup momen saat ia keluar dari pesawat bersama istrinya hingga kunjungannya ke unit militer.

Baca Juga: Tentara Amerika Mulai Protes Disuruh Hancurkan Iran, Tak Sudi Mati Demi Israel

Terlihat pula cuplikan masa muda Netanyahu yang aktif melakukan diplomasi internasional dan bertemu dengan berbagai pemimpin dunia.

Pihak pemerintah nampaknya berupaya keras mematahkan klaim bahwa Netanyahu terluka parah akibat serangan udara dari pihak Iran.

Dalam satu pekan terakhir, beberapa video memang sengaja diunggah untuk menunjukkan bahwa pemimpin mereka masih beraktivitas normal.

Namun, alih-alih meredakan situasi, kemunculan video-video tersebut justru semakin memicu perdebatan sengit di kalangan pakar teknologi.

Para ahli mulai membedah setiap detail visual guna memastikan apakah sosok di dalam video itu asli atau buatan.

Salah satu unggahan terbaru menunjukkan keberadaan Benjamin Netanyahu yang diklaim sedang berada di wilayah Kota Arad.

Lokasi tersebut merupakan area di pesisir Laut Mati yang sebelumnya dilaporkan hancur akibat gempuran rudal balistik Iran.

Sistem pertahanan udara Israel kabarnya sempat kecolongan sehingga rudal lawan berhasil mendarat dan merusak area yang cukup luas.

Di tengah puing-puing konflik tersebut, Netanyahu menyempatkan diri untuk mengirimkan pesan peringatan keras kepada komunitas internasional.

Ia meminta seluruh pemimpin negara-negara di dunia untuk bersatu dalam menghadapi ancaman militer yang datang dari Teheran.

Netanyahu mengklaim bahwa senjata milik Iran saat ini sudah memiliki daya jangkau yang sangat jauh hingga Eropa.

Dalam sebuah kesempatan, Netanyahu memberikan peringatan mengenai ambisi militer Iran yang terus meningkat dan mengancam keamanan global secara menyeluruh.

"Mereka menjadikan semua pihak sebagai sasaran,” kata Netanyahu.

Pernyataan ini dimaksudkan agar negara-negara Barat menyadari bahwa serangan tersebut bukan hanya persoalan antara Israel dan Iran semata.

Namun, fokus pembaca justru teralihkan pada kejanggalan teknis yang ditemukan dalam video pernyataan tersebut oleh para warganet.

Publik menemukan adanya ketidakkonsistenan pada gerakan fisik Netanyahu yang terlihat tidak selaras dengan anatomi manusia pada umumnya.

Banyak pihak menuding bahwa video tersebut merupakan hasil manipulasi canggih menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau AI.

Dugaan penggunaan Deepfake ini muncul karena adanya beberapa titik anomali yang tertangkap oleh mata jeli para netizen global.

Salah satu yang paling vokal dibahas adalah perubahan posisi manset kemeja di balik jas yang dikenakan oleh Netanyahu.

Bagian pakaian tersebut terlihat berpindah posisi secara mendadak dan tidak alami saat ia sedang memberikan keterangan pers resmi.

Kejanggalan ini bukan pertama kalinya terjadi dalam konten digital yang dirilis oleh akun media sosial resmi milik pemerintah.

Sentimen negatif mengenai keaslian wajah dan suara Netanyahu terus membanjiri kolom komentar di setiap unggahan terbaru akun Instagramnya.

Masyarakat internasional kini menanti bukti fisik yang lebih konkret daripada sekadar tayangan video pendek di media sosial.

Ketidakpastian ini menciptakan ruang spekulasi yang semakin lebar mengenai siapa sebenarnya yang saat ini memegang kendali pemerintahan.

Meskipun narasi resmi tetap berjalan, tekanan dari publik dan pengamat teknologi terhadap transparansi informasi semakin meningkat tajam.

Hingga kini, pihak kantor Perdana Menteri belum memberikan klarifikasi teknis mengenai tuduhan penggunaan AI dalam video-video tersebut.

Load More