- Ketegangan di Arad muncul akibat bunker publik dialihfungsikan menjadi tempat ibadah, melanggar fungsi perlindungan darurat.
- Warga mengeluhkan bunker tidak layak dan tidak aman karena penuh perabot, sementara otoritas mengklaim bunker pribadi tersedia.
- Serangan rudal Iran memicu sirene di Israel; ledakan terdengar di Tel Aviv, melukai enam orang dan merusak properti.
Suara.com - Ketegangan antara warga Israel dari kelompok sekuler dan ultra-Ortodoks memanas di kota Arad setelah serangan rudal Iran.
Dilansir dari laporan Ynet, warga memprotes kondisi bunker publik yang dialihfungsikan menjadi tempat ibadah, sehingga dinilai tidak lagi layak sebagai ruang perlindungan darurat.
Sejumlah warga mengeluhkan kondisi bunker yang dipenuhi perabot dan sekat tidak standar.
“Sebagian penuh meja dan kursi, bahkan ada dinding gipsum yang memisahkan ruang. Ini tidak aman,” ujar warga setempat, Inbar Haviv.
Pemerintah kota menyebut terdapat sekitar 70 bunker publik di Arad, namun sebagian besar telah digunakan untuk fungsi lain seperti taman kanak-kanak, sinagoga, hingga tempat komunitas orang Yahudi Ortodoks.
“Tidak ada kekurangan ruang aman, karena warga bisa menggunakan bunker pribadi di gedung mereka,” klaim pihak otoritas.
Namun temuan di lapangan menunjukkan hal berbeda.
Banyak bunker justru dipenuhi barang dan difungsikan sebagai gudang, sehingga tidak mampu menampung seluruh penghuni saat kondisi darurat.
Keluhan warga juga mengarah pada aspek keselamatan.
Baca Juga: Ucapan Trump Dibayar Kepulan Asap oleh Iran: Tel Aviv Hancur, Warga Panik
“Lubang darurat ada yang tertutup, ruang sempit, dan tidak sesuai standar. Tapi ketika kami protes, kami justru dituduh antisemit,” kata Haviv.
Kekecewaan semakin memuncak saat kunjungan Benjamin Netanyahu ke lokasi terdampak.
Warga menyoroti keberadaan bunker portabel yang dibawa rombongan perdana menteri namun kemudian ikut pergi setelah kunjungan berakhir.
“Kami pikir bunker itu akan ditinggalkan untuk warga, tapi ternyata dibawa pergi lagi. Itu sangat mengecewakan,” ujar warga lainnya dengan nada kesal.
Meski demikian, otoritas militer menyatakan seluruh fasilitas perlindungan di kota tersebut memenuhi standar.
Sementara itu, Serangan terjadi dalam beberapa gelombang dan memicu sirene darurat di berbagai wilayah Israel.
Berita Terkait
-
Ucapan Trump Dibayar Kepulan Asap oleh Iran: Tel Aviv Hancur, Warga Panik
-
2 Warga Yerusalem Membelot, Kirim Data Penting Israel ke Iran
-
Ledakan Dahsyat Guncang Kilang Minyak Texas AS, Diserang Rudal Iran?
-
Kapal Induk AS Mundur dari Palagan Perang Timur Tengah
-
Iran Umumkan Kapal Boleh Lewat Selat Hormuz, Kecuali Teman Israel dan Amerika Serikat
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK
-
Clara Shinta Ogah Damai dengan Mantan Suami, Proses Hukum Jalan Terus
-
Wacana Penderita TBC Jadi Penerima MBG Ditolak DPR, Dinilai Berpotensi Sebarkan Penyakit
-
Bukan Copet, Transjakarta Ungkap Fakta Penumpang Ngamuk di Koridor 5 yang Viral