- Presiden Trump mengirim sekitar 2000 prajurit Divisi Lintas Udara ke-82 ke kawasan tersebut meskipun mengklaim sedang mengupayakan kesepakatan damai Iran.
- Pengerahan pasukan darat ini, termasuk personel tingkat tinggi, menandai peningkatan signifikan kekuatan tempur Amerika Serikat di wilayah Timur Tengah.
- Langkah militer ini terjadi bersamaan dengan upaya diplomatik, memperlihatkan strategi "diplomasi melalui kekuatan" AS terhadap Iran.
Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menunjukkan inkonsistensinya dalam perang melawan Iran, saat memutuskan mengirimkan sekitar 2000 prajurit penerjun dari Divisi Lintas Udara ke-82 (82nd Airborne Division) Angkatan Darat.
Keputusan mengirim tentara invasi darat itu dilakukan ketika Trump sendiri mengklaim tengah mengupayakan kesepakatan damai dengan Iran.
Langkah ini menandai peningkatan signifikan kekuatan tempur Negeri Pakde Sam di kawasan yang masih membara tersebut.
Dikutip dari surat kabar The New York Times, Rabu (25/3/2026), kontingen tersebut mencakup personel tingkat tinggi, termasuk Mayor Jenderal Brandon Tegtmeier yang merupakan komandan Divisi Lintas Udara ke-82.
Tak hanya itu, menurut sumber NY Times yang memahami masalah ini, Trump juga mengirimkan staf divisi dan satu batalyon dari Tim Tempur Brigade ke-1.
Pasukan ini saat ini bertindak sebagai Pasukan Respons Cepat (Immediate Response Force/IRF) divisi tersebut.
Pengerahan ini diperkirakan akan dimulai dalam hitungan hari. Elemen awal dari staf divisi dan batalyon dijadwalkan berangkat dalam waktu satu minggu ke depan.
Meski perintah resmi belum diterbitkan, sumber internal menyebutkan bahwa instruksi tersebut diharapkan segera turun dalam waktu dekat.
Kekuatan Respons Cepat di Tengah Diplomasi
Baca Juga: Media Arab Telanjangi Kasus Mohammad Bagher Ghalibaf: Berkali-kali Gagal Jadi Presiden Iran
Penempatan Divisi Lintas Udara ke-82 bukanlah hal baru dalam dinamika konflik AS-Iran.
Brigade ini direncanakan menjadi unit siaga yang dapat dikerahkan sewaktu-waktu jika situasi memburuk secara mendadak.
Strategi serupa pernah dilakukan AS pada tahun 2020 silam, sesaat setelah peristiwa pembunuhan komandan tinggi Iran, Qasem Soleimani, yang membawa kedua negara ke ambang perang terbuka.
Seorang sumber menyatakan bahwa peran unit ini sangat krusial sebagai jaring pengaman operasional.
"Brigade ini akan menjadi 'unit siap sedia' di Timur Tengah, yang siap dipanggil jika diperlukan," ujar sumber tersebut mengenai status kesiagaan pasukan elite itu.
IRF sendiri merupakan brigade yang dirancang untuk bergerak dengan pemberitahuan terbatas.
Berita Terkait
-
Media Arab Telanjangi Kasus Mohammad Bagher Ghalibaf: Berkali-kali Gagal Jadi Presiden Iran
-
Wall Street Anjlok, Investor Dihantui Lonjakan Harga Minyak dan Konflik Iran
-
Harga Minyak Dunia Naik Tinggi Lagi, Kembali Dibanderol USD 100/Barel
-
Penilaian Donald Trump ke Mohammad Bagher Ghalibaf: Dia Pilihan Menarik untuk Iran
-
Jejak Hitam Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua DPR Jagoan Donald Trump Pimpin Iran
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Status Honorer Dihapus 2027, FSGI: Jangan Sampai Picu Krisis Guru dan Gaji Tak Layak!
-
Cegah Gesekan El Clasico, Polresta Tangerang Patroli Keliling di Titik Nobar Persija-Persib
-
Hapus Jejak Tiang Monorel, Pramono Anung Buka Perdana CFD Rasuna Said sebagai Ikon Baru Jakarta
-
Usut Jaringan Internasional! 321 WNA Operator Judol Jakbar Dipindahkan ke Imigrasi
-
Polda Metro Kerahkan Ratusan Polis Jaga Ketat HUT GRIB Jaya di GBK
-
Milad GRIB Jaya di GBK, Polda Metro Siagakan Personel Antisipasi Macet dan Kepadatan
-
Puluhan Warga Inggris Korban Wabah Hantavirus Kapal Pesiar Diisolasi Ketat
-
Analis Intelijen Barat Puji Iran Tetap Kokoh Meski Selat Hormuz Digempur AS
-
Respon Iran Atas Tawaran Damai AS Masih Misteri, Tenggat Waktu Marco Rubio Habis
-
Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini