- Aksi pria berjoget di dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) viral, mendorong BGN menghentikan sementara satu fasilitas.
- BGN menemukan pelanggaran standar operasional, etika tanpa APD, dan masalah teknis tata letak di dapur.
- Pria tersebut mengelola tujuh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, namun BGN menegaskan MBG bukan program bisnis.
Suara.com - Aksi seorang pria berjoget di dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) viral di media sosial dan menuai kritik.
Badan Gizi Nasional (BGN) langsung turun tangan dan menghentikan sementara operasional salah satu fasilitas terkait.
Video yang semula beredar di TikTok itu memperlihatkan seorang pria menari di area dapur sambil memamerkan insentif yang diklaim mencapai Rp 6 juta per hari.
Lokasi disebut berada di fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan terdapat logo BGN terlihat di area tersebut.
Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti video tersebut dan menurunkan tim pengawasan.
BGN menilai tindakan pria tersebut tidak sesuai dengan standar operasional, terutama karena dilakukan di area dapur tanpa alat pelindung diri (APD).
"Kami sangat menyayangkan dan kecewa dengan sikap mitra yang demikian. Mengapa harus overacting seperti itu, apalagi ada konten, konten yang dia buat di dalam dapur tanpa APD," kata Nanik, Rabu (25/3/2026).
Dari hasil pemeriksaan, BGN ternyata tidak hanya menemukan persoalan etika, tetapi juga masalah teknis pada fasilitas dapur. Tata letak yang tidak sesuai serta instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang dinilai tidak memenuhi standar menjadi temuan utama.
Nanik juga mengungkapkan kalau pria dalam video tersebut diketahui mengelola hingga tujuh titik SPPG. Namun, baru satu unit yang telah beroperasi dan kini dihentikan sementara.
Baca Juga: Tak Penuhi Standar, Presiden Prabowo Tangguhkan 1.030 Dapur Makan Bergizi Gratis
BGN menyatakan enam SPPG lain yang belum beroperasi akan diawasi lebih ketat, mulai dari tahap pendirian hingga operasional.
Menanggapi, sikap pria itu yang pamer insentif per harinya, Nanik menegaskan kalau program MBG tidak boleh dipandang sebagai bisnis.
"Ini bukan bisnis, ya. Ini adalah program pemerintah yang esensinya untuk mencerdaskan anak-anak bangsa, bukan untuk dimanfaatkan dengan cara seperti itu," tegasnya.
Nanik berpesan, kasus tersebut harus menjadi peringatan bagi mitra lain agar tidak melanggar aturan, baik dari sisi teknis maupun etika di lapangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki
-
Janji Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Banjir Masih Ada, Tapi Tidak Akan Separah Dulu
-
Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari
-
Unik! Demi Nonton Mahalini, Warga 'Nangkring' di Atas Mobil Damkar saat Perayaaan HUT Jakarta
-
Bocah Terpisah dari Ortu hingga Istri Kehilangan Suami Warnai Malam Puncak HUT DKI Jakarta
-
5 Peserta Latsarmil KDMP Tewas, Koalisi Sipil: Stop Militerisasi Ruang Sipil!
-
Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan
-
Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi
-
Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif
-
HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno