News / Nasional
Kamis, 26 Maret 2026 | 07:05 WIB
Presiden Prabowo Subianto rapat bersama sejumlah menteri membahas percepatan program pengolahan sampah menjadi energi atau Waste to Energy (WTE) di Hambalang, Bogor, Rabu (25/3/2026). [Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden]
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo percepat pengolahan sampah menjadi energi listrik di kota besar.
  • Pemerintah prioritaskan program Waste to Energy guna atasi masalah sampah nasional.
  • Prabowo instruksikan percepatan konversi sampah jadi energi alternatif yang berkelanjutan.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah menteri membahas percepatan program pengolahan sampah menjadi energi atau Waste to Energy (WTE) di berbagai wilayah Indonesia. Pembahasan ini berlangsung saat Kepala Negara menerima laporan dari Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BPI Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, di Hambalang, Bogor, Rabu (25/3/2026).

“Bapak Rosan Roeslani melaporkan perkembangan program WTE di seluruh Indonesia, khususnya di kota-kota besar dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi seperti Jakarta, Tangerang, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, hingga Bali,” ujar Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, dalam keterangan resminya.

Program WTE diproyeksikan menjadi solusi strategis guna mengatasi persoalan sampah nasional yang selama ini belum tertangani secara optimal. Selain menjadi solusi lingkungan, program ini juga diarahkan untuk mendukung penyediaan energi alternatif yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Teddy menjelaskan bahwa Presiden Prabowo menginginkan adanya langkah cepat dan terintegrasi dari pemerintah pusat dalam menangani penumpukan sampah di berbagai daerah. Prabowo menargetkan agar timbunan sampah yang menjadi masalah menahun dapat segera dibersihkan dan dikonversi menjadi sumber energi, terutama listrik.

“Presiden Prabowo menginstruksikan agar sampah-sampah di daerah yang selama ini terabaikan segera dikelola, dihilangkan, dan dimanfaatkan menjadi energi listrik,” tambah Teddy.

Langkah ini menegaskan arah kebijakan pemerintah untuk membangun sistem pengelolaan sampah modern berbasis teknologi tinggi. Upaya tersebut sekaligus bertujuan memperkuat ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan sumber daya domestik yang ramah lingkungan.

Melalui pendekatan hilirisasi yang terintegrasi, program Waste to Energy diharapkan tidak hanya mampu menuntaskan persoalan ekologi, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru, menciptakan lapangan kerja, serta membawa kota-kota di Indonesia menuju masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Load More