- Presiden Trump mengklaim Iran menawarinya jabatan Pemimpin Tertinggi pada acara Kamis, 26 Maret 2026, dan klaim ini dibantah Teheran.
- Klaim Trump muncul saat Iran menghadapi krisis kepemimpinan serius pasca-kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
- Trump menegaskan operasi militer AS sukses besar dan klaim negosiasi damai sedang berlangsung meski ada ketidaksesuaian informasi.
Namun, keberadaannya hingga kini masih menjadi tanda tanya besar. Mojtaba belum pernah muncul di depan publik sejak awal konflik pecah.
Beberapa laporan intelijen bahkan mengindikasikan bahwa ia kemungkinan mengalami luka-luka dalam serangkaian serangan udara yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan sekutunya.
Absennya wajah pemimpin tertinggi di Iran, memberikan ruang bagi Trump untuk terus membangun narasi bahwa pemerintahan di Teheran sedang berada di ambang kehancuran.
Trump mendeskripsikan tindakan militer Amerika Serikat terhadap Iran sebagai sebuah keberhasilan besar yang melumpuhkan lawan.
Klaim Kemenangan Militer dan Negosiasi Rahasia
Dalam pidatonya di hadapan para pendukung Republik, Trump menyebut operasi militer AS sebagai sebuah "bencana militer" bagi Iran.
Ia berulang kali menegaskan klaim kemenangannya dan menyebut bahwa posisi tawar Amerika Serikat saat ini jauh melampaui ekspektasi banyak pihak.
Selain mengklaim ditawari jabatan pemimpin, Trump juga menyatakan bahwa diskusi rahasia sebenarnya terus berlangsung di balik layar.
Menurutnya, Iran sangat tertarik untuk mencapai gencatan senjata guna menghentikan kehancuran yang lebih parah.
Baca Juga: Israel Klaim Tewaskan Kepala Staf AL IRGC Iran di Kota Dekat Selat Hormuz
Namun, ia menilai para pejabat di Teheran masih ragu-ragu untuk meresmikan pembicaraan tersebut karena ketakutan akan reaksi domestik.
Trump berpendapat, kepemimpinan Iran saat ini sedang terjepit di antara tekanan militer luar negeri yang luar biasa.
Tak hanya itu, dia juga mengklaim garis komando Iran mengkhawatirkan terjadinya pemberontakan atau konsekuensi politik di dalam negeri, jika mereka terlihat menyerah kepada Washington.
Berita Terkait
-
Israel Klaim Tewaskan Kepala Staf AL IRGC Iran di Kota Dekat Selat Hormuz
-
Bukan ke Iran! Jubir Bongkar Agenda Asli JK di Tengah Video Viral Dalam Pesawat
-
Pertemuan Trump-Xi Pada Mei Dianggap Tanda Berakhirnya Perang, Gedung Putih Bilang Begini
-
Iran Tutup Laut Merah Bila Tentara AS-Israel Menyerbu, Pasokan Minyak Dunia Putus Total
-
AS Tunggu Jawaban Iran untuk Damai, Netanyahu Uring-uringan ke Donald Trump
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
Pilihan
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
Terkini
-
Tanggapi soal Pencopotan Kabais TNI Pasca Penyiraman Air Keras, TAUD: Pengusutan Harus Menyeluruh
-
Bongkar Strategi Iran Lawan AS-Israel, Pengamat: Tak Perlu Menang, Bertahan Saja Sudah Sukses
-
Prof Yon: Indonesia Lebih Baik Mundur dari BOP Jika Hanya Jadi Bayang-bayang Amerika dan Israel
-
Sempat Kritis Selama 6 Hari, Wanita di Cengkareng Tewas Ditikam Pisau Dapur Oleh Kekasih
-
Terungkap! Ini Alasan KPK Jadikan Yaqut Tahanan Rumah
-
Israel Klaim Tewaskan Kepala Staf AL IRGC Iran di Kota Dekat Selat Hormuz
-
Bukan ke Iran! Jubir Bongkar Agenda Asli JK di Tengah Video Viral Dalam Pesawat
-
Anggap Anies Murni Silaturahmi ke Cikeas Tanpa Niat Politik, Sahroni: Capres Masih Lama
-
Siapa Sarah Mullally? Mantan Perawat yang Jadi Perempuan Pertama Pimpin Gereja Inggris
-
Bantah Sembunyi-sembunyi Alihkan Penahanan Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Begini Penjelasan KPK