- Presiden Trump pada 26 Maret 2026 menyatakan Iran dilarang memungut biaya dari kapal dagang Selat Hormuz.
- Iran dikabarkan mulai mengenakan biaya hingga dua juta dolar AS per kapal melintasi jalur strategis tersebut.
- Ketegangan AS-Iran pasca serangan 28 Februari mengganggu aktivitas pelayaran dan berdampak pada harga energi global.
Suara.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menilai Iran tidak seharusnya menarik biaya dari kapal dagang yang melintas di Selat Hormuz.
Pernyataan itu disampaikan Trump pada Kamis (26/3/2026) saat merespons kebijakan Iran yang berencana melegalkan pungutan bagi kapal yang melintasi jalur strategis tersebut.
Sebelumnya, anggota parlemen Iran Mohammadreza Rezaei Kouchi mengungkapkan wacana tersebut sebagai bagian dari kebijakan negaranya.
Mengacu laporan Bloomberg pada 24 Maret, Iran bahkan disebut telah mulai mengenakan biaya hingga 2 juta dolar AS atau sekitar Rp33,8 miliar untuk setiap kapal dagang yang melintas di Selat Hormuz.
"Seharusnya mereka tak bisa melakukan itu, tetapi mereka sedang melakukannya sedikit," kata Trump kepada wartawan, dilansir dari Sputnik.
Ketegangan di kawasan meningkat setelah serangan yang dilancarkan Amerika Serikat bersama Israel ke sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, pada 28 Februari. Serangan tersebut menimbulkan kerusakan dan korban sipil.
Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer milik Amerika Serikat di Timur Tengah. Situasi ini memicu eskalasi yang berdampak pada aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.
Akibat konflik tersebut, jalur pelayaran vital bagi distribusi minyak dan gas alam cair dunia itu mengalami gangguan secara de facto.
Dampaknya turut dirasakan pada sektor energi global, termasuk terganggunya ekspor dan produksi minyak serta meningkatnya harga di pasar internasional.
Baca Juga: Termakan Kesombongan Sendiri, Militer Israel Diambang Kolaps, Terpecah dari Dalam
(Antara)
Berita Terkait
-
Termakan Kesombongan Sendiri, Militer Israel Diambang Kolaps, Terpecah dari Dalam
-
Eks Pejabat Keamanan AS: Eropa Hati-hati, Rudal Iran Bisa Capai Paris
-
Serangan Iran ke Israel Berlanjut: Puluhan Warga Jadi Korban, Sirene Terus Meraung
-
Iran: Ada Negara Arab yang Mau Bantu AS Kuasai Pulau Kharg
-
Senator AS Curigai Trump di Kasus Trader Misterius yang Raup Rp800 M dalam 15 Menit
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan