- Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier menolak keras mendukung invasi AS ke Iran, menyebutnya sebagai blunder politik dan ilegal secara hukum internasional.
- Kritik tajam dari Jerman membuat Presiden AS Donald Trump meradang, menyindir balik dengan mengungkit bantuan militer Washington untuk perang di Ukraina.
- Jerman menilai kebijakan AS saat ini mengabaikan aturan global dan justru merusak kesepakatan nuklir 2015 yang seharusnya bisa mencegah meletusnya perang.
Ia menyoroti bagaimana pemerintahan AS saat ini memiliki cara pandang yang sama sekali berbeda dan cenderung mengabaikan aturan serta kemitraan yang telah lama terbangun.
“Pandangan dunia pemerintahan Amerika saat ini berbeda dengan pandangan kita. Pandangan ini tidak mementingkan peraturan, kemitraan, dan kepercayaan yang sudah ada. Kita tidak bisa mengubah hal ini," kata Steinmeier.
Pemimpin Jerman itu juga menekankan bahwa nasib dunia di masa depan tidak boleh hanya ditentukan oleh persaingan bilateral antara AS dan Tiongkok.
“Dunia masa depan harus lebih dari sekedar pertarungan bilateral antara AS dan Tiongkok. Oleh karena itu, kebijakan luar negeri kita harus pragmatis dan efektif,” jelasnya.
Ia mengingatkan kembali bahwa dunia internasional sudah cukup dikejutkan dengan berbagai pelanggaran hukum yang terjadi selama krisis di Gaza.
“Kebijakan luar negeri kita tidak akan menjadi lebih meyakinkan jika kita tidak menyebut pelanggaran hukum sebagai pelanggaran prinsip hak asasi manusia. Kita sudah menghadapi hal ini dalam Perang Gaza," kata Steinmeier.
"Kita juga harus menghadapi hal ini dalam Perang Iran, karena perang ini melanggar hukum internasional. Perang ini juga merupakan kesalahan politik yang sangat besar."
"Jika tujuan perang ini adalah untuk menghentikan Iran mengembangkan bom nuklir, maka perang ini benar-benar dapat dicegah dan tidak diperlukan.”
Sebagai penutup kritiknya, ia menyinggung kembali kesepakatan nuklir tahun 2015 yang dulunya dirancang khusus untuk mencegah terjadinya perang terbuka dengan Iran.
Baca Juga: Iran: Ada Negara Arab yang Mau Bantu AS Kuasai Pulau Kharg
“Kami belum pernah sejauh ini dari perjanjian pencegahan program senjata nuklir Iran, yang ditandatangani pada 14 Juli 2015,” kata Steinmeier.
Sayangnya, kesepakatan damai bersejarah tersebut justru dihancurkan sendiri oleh sang presiden AS, Trump, yang secara sepihak menarik diri dari perjanjian pada tahun 2018 lalu.
Berita Terkait
-
Beda Nasib Indonesia dan Malaysia di Selat Hormuz, Kenapa Pemerintah Tak Mampu Lobi Iran?
-
Donald Trump Geram, Larang Iran Pungut Biaya dari Kapal Dagang Selat Hormuz
-
Termakan Kesombongan Sendiri, Militer Israel Diambang Kolaps, Terpecah dari Dalam
-
Eks Pejabat Keamanan AS: Eropa Hati-hati, Rudal Iran Bisa Capai Paris
-
Serangan Iran ke Israel Berlanjut: Puluhan Warga Jadi Korban, Sirene Terus Meraung
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bertahun-tahun Bungkam, Aksi Bejat Ayah Cabuli Anak Kandung dari SD-SMA di Sukabumi Terbongkar
-
Mitsubishi Lampaui Target Penjualan di GIIAS 2026, New XForce Hadirkan Sinyal Positif
-
Kemenko Polkam Ganti Motor Wartawan yang Raib Saat Liputan Karhutla
-
Masyarakat Makassar Cuan dari Sampah Plastik, Disulap Jadi Furnitur
-
Erick Thohir Tegaskan Komitmen terhadap Sepak Bola Putri, Ada Buktinya?
-
Masjid Istiqlal Dikabarkan Masuk Pasar Modal, OJK: Masih Sebatas Wacana
-
Belum Memiliki Penasihat Hukum, Sidang Perdana Terdakwa Pembunuhan Anak Politisi Cilegon Ditunda
-
Persib Bandung Disanksi FIFA, Ferry Paulus Yakin Masalah Enteng Bakal Cepat Selesai
-
Cushion Apa yang Bisa Menutupi Bekas Jerawat? Ini 9 Rekomendasi Terbaik untuk Makeup Flawless
-
Wagub Surya: Majukan Pendidikan Nias Barat Butuh Kolaborasi Semua Pihak