- Sara Netanyahu mengeluhkan bahwa anak-anaknya menjadi korban perundungan dan kekerasan verbal, serta meminta publik menghentikan serangan terhadap anak-anak.
- Pernyataan tersebut dinilai sangat ironis karena militer Israel di bawah komando suaminya telah menyebabkan ribuan anak-anak Gaza tewas sejak Oktober 2023.
- Bukti kekejaman terbaru juga terjadi di Kota Minab, Iran, di mana 165 pelajar tewas akibat serangan operasi gabungan militer Israel dan Amerika Serikat.
Suara.com - Gempuran brutal rezim militer Zionis yang banyak merenggut nyawa tak berdosa, termasuk Anak-anak Gaza, kini berimbas pada sorotan tajam terhadap keluarga Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Kondisi psikologis keluarga nomor satu di Israel tersebut dikabarkan sedang tertekan setelah sang Istri Sara Netanyahu mengeluhkan rentetan kekerasan verbal yang menimpa anak-anaknya.
Ironi ini menjadi perbincangan hangat di tengah gencarnya Serangan Israel yang baru-baru ini juga membantai ratusan siswa sekolah di Kota Minab Iran melalui operasi militer bersama Amerika Serikat.
Dalam sebuah pertemuan resmi baru-baru ini, istri dari perdana menteri tersebut secara mengejutkan menjabarkan penderitaan yang harus ditanggung oleh keluarganya.
Ia mengungkapkan bahwa putra dan putri secara terus-menerus menjadi sasaran perundungan serta diungkapkan oleh publik hanya karena status mereka sebagai anak dari pemimpin rezim Zionis.
“Anak-anak saya menjadi sasaran penghinaan dan kekerasan hanya karena mereka adalah anak-anak Netanyahu. Kita harus mengutuk serangan terhadap anak-anak di segala situasi, baik secara tatap muka maupun online,” keluh Sara Netanyahu dalam pertemuan tersebut dikutip dari Haberler, Jumat (27/3/2026).
Pernyataan emosional dari istri perdana menteri itu sontak membawa kembali isu kelam mengenai nasib ribuan anak-anak yang ditembakkan di Jalur Gaza kembali ke bawah lampu sorot internasional.
Data di lapangan menunjukkan bahwa ribuan warga sipil tak berdosa dan anak-anak telah kehilangan nyawa akibat blokade Israel selama bertahun-tahun dan gempuran yang terus berlanjut sejak Oktober 2023.
Anak-anak yang masih bertahan hidup di wilayah Jalur Gaza saat ini dilaporkan harus berjuang mati-matian di tengah ketiadaan akses terhadap kebutuhan dasar seperti tempat tinggal, pendidikan, maupun perawatan kesehatan.
Baca Juga: Eks Pejabat Keamanan AS: Eropa Hati-hati, Rudal Iran Bisa Capai Paris
Tragedi kemanusiaan yang menyumbangkan nyawa generasi muda rupanya tidak hanya terjadi di wilayah Palestina, melainkan telah meluas hingga ke wilayah teritorial Iran.
Laporan terbaru menyebutkan bahwa sedikitnya 165 orang yang sebagian besar adalah pelajar muda telah terbunuh secara tragis akibat serangan mematikan yang menyasar sebuah sekolah di kota Minab.
Serangan mematikan ke fasilitas pendidikan tersebut diketahui merupakan bagian dari serangkaian operasi militer gabungan yang dilakukan oleh pasukan Israel bersama Amerika Serikat terhadap Iran.
Berita Terkait
-
Indonesia Tak Masuk Daftar, Begini Cara Militer Iran Seleksi Kapal yang Boleh Lewati Selat Hormuz
-
AS Ditinggal Sekutu, Jerman Sebut Agresi Militer Amerika Serikat ke Iran Ilegal
-
Beda Nasib Indonesia dan Malaysia di Selat Hormuz, Kenapa Pemerintah Tak Mampu Lobi Iran?
-
Donald Trump Geram, Larang Iran Pungut Biaya dari Kapal Dagang Selat Hormuz
-
Termakan Kesombongan Sendiri, Militer Israel Diambang Kolaps, Terpecah dari Dalam
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
Terkini
-
Kisruh LCC Empat Pilar, DPR Usul Juri Pakai Headset dan Rekaman Audio agar Penilaian Tak Bermasalah
-
Studi Ungkap Banyak Eksperimen Laut Salah Prediksi Dampak Pemanasan Global, Apa Dampaknya?
-
Kejagung Lawan Vonis Bebas 3 Bankir Kasus Sritex, Ini Alasannya
-
Michael Jackson Dituding Predator Seks Berantai Gunakan Juice Jesus hingga Xanax
-
Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Divonis 6 Tahun dalam Kasus Korupsi Minyak Rp285 Triliun
-
Terbongkar dari Nyanyian Penjual Pecel Lele: Kronologi Sopir MBG Ditangkap saat Nyambi Kurir Sabu
-
Kejagung Jemput Paksa Bos PT Toshida, Jadi Tersangka Suap Ketua Ombudsman Nonaktif
-
Puan Maharani Tak Tinggal Diam Soal Larangan Nobar Film Pesta Babi: Memang Sensitif!
-
Palang Bambu dan HT Patungan, Warga Pertaruhkan Nyawa Jaga Perlintasan Liar
-
Juri dan Pembawa Acara Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Dicopot MPR