- Praktik pertanian tradisional masyarakat adat dinilai sebagai alternatif penting di tengah krisis pangan dan iklim, namun kurang data produktivitas.
- Studi menyoroti kesenjangan antara narasi dukungan dengan bukti ilmiah terukur mengenai skalabilitas dan produktivitas pertanian adat.
- Integrasi pertanian tradisional dan modern, didukung kebijakan serta investasi, dinilai krusial untuk ketahanan pangan dan lingkungan global.
Peran Kebijakan dan Investasi
Untuk menjembatani kesenjangan tersebut, studi ini menekankan pentingnya intervensi kebijakan dan dukungan pendanaan. Investasi yang tepat dapat membantu memperluas praktik pertanian tradisional sekaligus memperkaya sistem pertanian modern dengan pendekatan yang lebih berkelanjutan.
Langkah awal sebenarnya sudah terlihat. Pada 2024, United Nations Global Biodiversity Framework Fund menetapkan alokasi 20 persen dananya untuk mendukung inisiatif masyarakat adat dalam menjaga lahan dan keanekaragaman hayati. Namun, komitmen global yang secara spesifik menargetkan pelestarian sistem pangan tradisional masih terbatas.
Sangha menilai, pengakuan terhadap nilai-nilai di luar ekonomi pasar menjadi kunci untuk mendorong perubahan kebijakan.
“Jika nilai-nilai ini diakui dalam pengambilan keputusan, maka dukungan terhadap sistem pangan masyarakat adat bisa meningkat,” ujarnya.
Di tengah tekanan krisis iklim, pertanian tradisional menawarkan pendekatan yang lebih adaptif dan berbasis ekosistem. Namun, tanpa dukungan riset yang lebih kuat dan kebijakan yang berpihak, potensinya berisiko tetap berada di pinggiran.
Menggabungkan pengetahuan lama dengan teknologi baru menjadi salah satu peluang yang mulai terbuka. Jika berhasil, pendekatan ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan global, tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan dan keberlanjutan komunitas lokal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor
-
Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim
-
Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial
-
1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?
-
Luruskan Pidato Prabowo, Mendikdasmen Jelaskan Soal Bahasa Asing Wajib Sejak SD
-
Fantastis! Tijjani Reijnders Bakal Kantongi Lebih dari Rp1,5 Triliun di Arab Saudi
-
Menkes Pastikan Iuran BPJS Kesehatan Tak Naik Meski Ada Defisit
-
Pemkab Bogor Bebaskan Denda PBB-P2 Selama 8 Hari, Cukup Bayar Pokoknya Saja
-
Bareskrim Tetapkan Enam Tersangka Kasus Dugaan Pemalsuan Akta PT Alam Raya Abadi, Satu Masuk DPO
-
Gedung Koperasi Desa Merah Putih di Gunung Akan Ditertibkan