- Kemarau ekstrem di Kuala Nerang, Kedah, menyebabkan air Bendungan Pedu menyusut, memunculkan pemakaman kuno dan desa tersembunyi.
- Kawasan yang sebelumnya merupakan pemukiman penduduk tahun 1974, kini menjadi lokasi wisata dadakan dan surga pemancing ikan toman.
- Data MADA menunjukkan krisis air signifikan; Bendungan Muda mencapai rekor terendah 7,84 persen akibat dampak cuaca panas ekstrem.
Suara.com - Makam kuno dan desa yang hilang sejak beberapa dekade silam muncul kembali di Kuala Nerang, Kedah, Malaysia.
Hal itu lantaran kemarau panjang yang disertai cuaca panas ekstrem menyebabkan permukaan air di Bendungan Pedu dekat daerah itu menyusut ke titik sangat rendah.
Setelahnya, daratan yang selama puluhan tahun tenggelam di bawah permukaan air, kini kembali muncul ke permukaan, termasuk area pemakaman kuno yang sudah lama terlupakan.
Kawasan yang paling terdampak adalah Kampung Mong Gajah. Berdasarkan pemberitaan hmetro.com, Kamis (26/3/2026), area yang biasanya dipenuhi air kini telah berubah menjadi padang rumput yang sangat luas.
Pemandangan unik ini tidak hanya menarik perhatian peneliti lingkungan, tetapi juga warga lokal dan para penggemar olahraga memancing dari berbagai daerah.
Secara historis, kawasan ini merupakan bekas pemukiman penduduk yang terpaksa dipindahkan pada tahun 1974 silam.
Relokasi besar-besaran tersebut dilakukan demi memberikan ruang bagi pembangunan proyek bendungan.
Sejak saat itu, seluruh bangunan dan tanah perkuburan leluhur warga setempat tenggelam di bawah takungan air bendungan yang sangat dalam.
Munculnya Makam Leluhur yang Terpendam
Baca Juga: Suami Istri Tewas dengan Kepala Terpenggal di Rumah, Sang Anak Ikut Meninggal
Salah satu momen yang paling emosional bagi warga lokal adalah ketika batu-batu nisan dari pemakaman lama mulai terlihat kembali.
Penampakan makam-makam ini, memberikan suasana mistis sekaligus nostalgia bagi mereka yang mengetahui sejarah tempat tersebut.
Fenomena ini sebenarnya bukan yang pertama kali terjadi, namun kali ini penyusutan air dinilai cukup signifikan.
Zakaria Abdul Hamid, seorang pemancing berusia 63 tahun yang sering menghabiskan waktu di area tersebut, menceritakan pengalamannya melihat perubahan drastis landskap bendungan.
Menurutnya, pemandangan tahun ini hampir sama seperti fenomena serupa yang terjadi dua tahun lalu.
"Sebelumnya makam-makam ini tidak terlihat, tapi sekarang sudah tampak jelas. Hal itu membuat suasana di sini terasa berbeda. Saat malam hari, banyak orang yang menginap di sini, biasanya setelah waktu Asar orang-orang mulai berdatangan. Saya sendiri hampir setiap bulan datang memancing di sini sejak lima tahun lalu setelah mengetahuinya lewat Facebook," ujar Zakaria, dikutip hari Jumat (27/3/2026).
Berita Terkait
-
Suami Istri Tewas dengan Kepala Terpenggal di Rumah, Sang Anak Ikut Meninggal
-
PM Malaysia Anwar Ibrahim ke Jakarta, Ingin Bertemu Prabowo Bahas Dampak Konflik Asia Barat
-
Di Tengah Blokade Iran, Malaysia Dapat Jalur Khusus Lewati Selat Hormuz
-
PM Malaysia Anwar Ibrahim Kunjungi Jakarta, Polda Metro Siapkan Pengamanan Rute VVIP
-
Malaysia Pangkas Kuota BBM Subsidi RON 95 Mulai April 2026, Ini Dampaknya bagi Konsumen dan Ekonomi
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi