- Aktris pensiunan JAV, Sakaguchi Anri (35), ditangkap di Hachioji, Tokyo, pada 17 Maret karena mencuri roti lapis senilai Rp31.000.
- Penangkapan dilakukan Kepolisian Tachikawa setelah seorang pegawai toko melaporkan perilaku mencurigakan Sakaguchi yang kemudian mengakui perbuatannya.
- Kejadian ini diduga dipicu kesulitan finansial serius dan masalah kesehatan mental yang dialami Sakaguchi pasca perceraian kedua.
Kehidupan Sakaguchi setelah pensiun justru dipenuhi dengan berbagai turbulensi pribadi. Pada akhir tahun 2024, ia sempat menghapus seluruh akun media sosialnya dan menyatakan sebuah keinginan untuk hidup tenang.
"Saya akan hidup sebagai orang biasa," tulisnya dalam pesan terakhir sebelum menghilang sementara dari jagat maya.
Namun, kenyataannya, transisi menjadi warga biasa tidak berjalan semulus yang ia bayangkan.
Terjebak Masalah Finansial dan Gangguan Mental
Sebelum insiden pencurian ini, nama Sakaguchi Anri sudah sering menghiasi berita utama karena berbagai kontroversi.
Ia diketahui pernah mengalami dua kali kegagalan dalam pernikahan dan proses perceraian yang cukup pelik.
Tak hanya itu, ia juga pernah membuat pengakuan mengejutkan kepada publik mengenai tindakannya melakukan aborsi, yang memicu perdebatan luas di media sosial.
Setelah perceraian keduanya pada November tahun lalu, kondisi ekonomi Sakaguchi dikabarkan merosot tajam.
Ia secara terbuka mengisyaratkan bahwa dirinya tengah mengalami kesulitan keuangan yang serius.
Baca Juga: Sampah Popok Meningkat di Jepang, Bisakah Daur Ulang Jadi Solusi?
Bahkan, sebuah fakta mengejutkan terungkap bahwa ia pernah meminta sejumlah uang kepada seorang penggemar pria dengan imbalan sebuah pertemuan pribadi.
Ketidakstabilan hidup Sakaguchi semakin terlihat saat ia kembali aktif di platform TikTok. Melalui siaran langsung atau live streaming, ia sering berbagi keluh kesah mengenai kondisi kesehatannya.
Ia mengaku pernah menjalani perawatan di rumah sakit akibat gangguan panik (panic disorder) dan beberapa masalah kesehatan mental lainnya.
Kombinasi antara tekanan ekonomi, beban nama besar sang ibu, serta masalah kesehatan mental diduga kuat menjadi pemicu di balik tindakan nekatnya mencuri di toko serba ada.
Berita Terkait
-
Sampah Popok Meningkat di Jepang, Bisakah Daur Ulang Jadi Solusi?
-
Era Baru Otomotif Dunia Pabrikan Mobil asal China Geser Dominasi Pabrikan Jepang
-
Darurat Panic Buying, Pemerintah Jepang Jamin Pasokan Tisu Aman
-
RI Jepang Kerja Sama Energi, Pengamat: Indonesia Tak Lagi Sekadar Pemasok
-
Jepang Krisis Energi karena Perang AS - Israel vs Iran, Cadangan BBM Mulai Dilepas
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Satu Mobil ke Bandara, Prabowo Antar Langsung Anwar Ibrahim Tinggalkan Indonesia
-
Stok Tomahawk Menipis, Operasi Militer AS di Iran Picu Kekhawatiran
-
Mundurnya Yudi Abrimantyo dari Kepala BAIS Dinilai Tamparan untuk Elite
-
Kematian Pekerja Tambang di Morowali Disorot DPRD, Diminta Diusut Tuntas
-
Kabar Duka, Tokoh Agama dan Juru Damai Konflik Poso Ustad Adnan Arsal Wafat
-
'Ini Terakhir Kali Saya ke Jakarta': Curahan Hati Perantau yang Balik Kampung Demi Jaga Sang Putri
-
Gus Ipul Dukung Narapidana Dapat Bansos PBI, Kemensos Siap Tindak Lanjut
-
Tiga Jam Bertemu di Istana hingga Antar ke Bandara, Ini Obrolan Presiden Prabowo dan PM Anwar
-
Dorong Penyaluran Bantuan di Tapteng, Kasatgas Tito Tekankan Percepatan Pendataan
-
12 Tahun Transjakarta: Layani 1,4 Juta Penumpang per Hari, Cakupan Tembus 92,5 Persen Jakarta