- BNN akan melimpahkan berkas kasus Dewi Astutik alias Ratu Sabu ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat paling lambat 1 April 2026.
- Dewi Astutik diduga merekrut 13 kurir untuk sindikat narkotika internasional menggunakan modus koper berlubang.
- BNN mengembangkan kasus ini dan bekerja sama internasional untuk mengungkap jaringan yang mengendalikan Dewi.
Suara.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) membeberkan perkembangan terbaru kasus narkoba Dewi Astutik alias Paryatin. Dalam waktu dekat perempuan yang dijuluki Ratu Sabu itu rencananya akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat.
Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto menyebut penyidik telah mengirimkan SPDP sejak 3 Desember 2025 dan terus berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung RI. Berkas perkara yang sempat dikembalikan melalui P-19 itu kekinian juga telah dilengkapi sesuai petunjuk formil dan materiil.
“Penyidik menunggu ekspose dan petunjuk lebih lanjut JPU guna penerbitan P-21,” kata Suyudi kepada wartawan, Jumat (27/3/2026).
BNN selanjutnya menargetkan tahap II atau pelimpahan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat dilakukan paling lambat 1 April 2026, bertepatan dengan berakhirnya masa penahanan.
Suyudi mengklaim, tidak ada kendala berarti dalam proses penyidikan karena seluruh unsur pembuktian telah terpenuhi.
Namun, meski berkas perkara hampir rampung, BNN masih terus mengembangkan kasus untuk mengungkap jaringan yang lebih luas.
Dari hasil pemeriksaan, Dewi diduga berperan sebagai perekrut kurir dalam sindikat narkotika internasional. Ia disebut telah merekrut 13 kurir asal Indonesia untuk mengirimkan narkotika ke sejumlah negara di Asia, Afrika, hingga Amerika Selatan.
Modus yang digunakan adalah menyembunyikan sabu atau heroin di dalam koper dengan dinding palsu. Sejumlah kurir yang direkrut bahkan telah ditangkap di berbagai negara.
Dalam pengakuannya, Dewi menyebut dirinya dikendalikan oleh seorang warga negara Nigeria berinisial DON.
Baca Juga: DPR Soroti Modus 'Whip Pink' Pakai Label Halal, BNN Didesak Awasi Ketat Narkoba Jenis Baru
BNN mengungkap, DON telah ditangkap oleh otoritas Amerika Serikat di Meksiko. Sementara dua pihak lain, bernama Yana dan Michael, masih dalam pengejaran melalui kerja sama internasional.
“BNN telah bekerja sama dengan beberapa agensi narkotika internasional untuk melakukan penyelidikan terhadap jaringan yang terafiliasi,” ujar Suyudi.
Kasus 2 Ton Sabu Masih Didalami
Selain itu BNN juga terus mendalami kemungkinan keterlibatan Dewi dalam kasus penyelundupan 2 ton sabu di kapal Sea Dragon.
Petunjuk awal menunjukkan adanya irisan jaringan melalui salah satu kurir yang direkrut Dewi. Namun, penyidik masih membutuhkan alat bukti tambahan untuk memastikan keterkaitan tersebut.
Dewi sendiri sebelumnya ditangkap dalam operasi senyap di Sihanoukville, Kamboja, hasil kerja sama lintas negara antara BNN, aparat Kamboja, serta perwakilan Indonesia di luar negeri.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
Terkini
-
Heboh Fenomena Tentara Korsel: Latihan Militer No, Operasi Plastik Yes
-
Tim Advokasi Khawatir Ada Upaya Damai dalam Kasus Tragis PRT Benhil
-
Ketakutan Penjaga Perlintasan Rel Liar Usai Tragedi Bekasi: Kami Juga Tak Mau Celakakan Orang!
-
Nadiem Jadi Tahanan Rumah, Kejagung Siapkan Pengawasan 24 Jam dan Gelang Elektronik
-
Targetkan 500 Ribu Lulusan SMK Kerja di LN, Cak Imin Prioritaskan Siswa dari Keluarga Miskin
-
23 Selamat, 14 Hilang! Drama Mencekam Pekerja Migran Indonesia di Laut Malaysia
-
Blokade Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga Gas Jerman, Ancaman Krisis Energi Menghantui Warga Eropa
-
Melanggar Perda, Satpol PP DKI Siap Sikat Lapak Hewan Kurban di Trotoar
-
NHM Kerahkan Tim Darurat, Seluruh Korban Erupsi Gunung Dukono Berhasil Dievakuasi
-
Jejak Alumni Kamboja di Hayam Wuruk: Mengapa Jakarta Dipilih Jadi Basis Judol?