Iran bongkar rencana licik invasi darat AS berkedok negosiasi damai. Parlemen Teheran pastikan pasukannya siaga penuh habisi tentara musuh di Timur Tengah. [Suara.com]
Baca 10 detik
- Iran menolak negosiasi damai setelah membongkar rencana licik AS yang diam-diam mempersiapkan invasi darat mematikan di bawah kedok diplomasi.
- Media Washington Post melaporkan Pentagon menyiapkan operasi pasukan khusus ke Pulau Kharg yang ditandai dengan tibanya 3.500 prajurit Marinir AS.
- Ketua Parlemen Iran memastikan tentaranya bersiaga penuh dan siap menembakkan peluru mematikan ke setiap prajurit AS yang berani mendarat di negara mereka.
“Adalah tugas Pentagon untuk mempersiapkan diri memberikan pilihan sebanyak mungkin kepada Panglima Tertinggi. Ini tidak berarti Presiden telah mengambil keputusan.”
Perang besar ini sendiri meletus pada tanggal 28 Februari lalu ketika Israel dan AS melancarkan serangan militer tepat ketika proses negosiasi sedang berlangsung antara Teheran dan Washington.
Serangan yang merenggut nyawa mantan pemimpin Iran Ali Khamenei itu langsung dibalas oleh Teheran dengan menggempur pangkalan militer AS di Israel, Qatar, UEA, hingga Bahrain.
Komentar
Berita Terkait
-
Tak Ada 'Hilal' Perang AS - Israel vs Iran Berakhir
-
Krisis Listrik Melanda Iran Utara Akibat Rudal Israel Hantam Menara Tegangan Tinggi di Teheran
-
Rudal Ansar Allah Hantam Israel Demi Bela Iran, Serangan Besar Akan Terus Berlanjut ke Zionis
-
Paus Leo Kritik Donald Trump: Tuhan Tolak Doa Pemimpin Pengobar Perang
-
Misteri Kapal Tanker Iran yang Ditahan di Indonesia, Bagaimana Statusnya Kini?
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
Sikat Jalur Maut! KAI Daop 1 Jakarta Targetkan Tutup 40 Perlintasan Liar di 2026
-
Tren Miris di Karawang: Jadi Pengedar demi Nyabu Gratis, 41 Pelaku Diringkus Polisi!
-
Dikenal Religius, Pedagang Rujak di Duri Kepa Digerebek Warga usai Diduga Cabuli Siswi SD
-
Geger! Pria Tewas Bersimbah Darah di Kampung Ambon Usai Cekcok Mulut, Warga: Lukanya Banyak Sekali..
-
Kasus Mafia Emas PT SJU, Bareskrim Tetapkan Anak Bos Besar Sebagai Tersangka, Ini Sosoknya
-
Dihantam Innova di Lampu Merah Pesing, Pemotor Supra Terpental hingga Tewas di Tempat
-
Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
-
Jangan Cuma Nakhoda, DPR Desak Bongkar Mafia di Balik Tragedi Kapal PMI Malaysia
-
Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!
-
Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia