-
Iran menyerang pembangkit listrik Kuwait hingga menewaskan seorang pekerja warga negara India.
-
Agresi tersebut merupakan aksi balas dendam atas kematian pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei.
-
Pasukan Quds bersumpah akan terus menyerang kepentingan Amerika Serikat sampai musuh mereka kalah.
Suara.com - Perang konflik di Timur Tengah kini menyasar fasilitas publik penting di negara tetangga yang melibatkan kekuatan besar.
Sebuah instalasi penyedia energi dan pengolahan air bersih di Kuwait menjadi sasaran serangan udara militer Iran.
Insiden berdarah ini dikonfirmasi telah merenggut nyawa seorang tenaga kerja migran yang berasal dari India.
Selain memakan korban jiwa, ledakan tersebut meruntuhkan struktur bangunan yang menjadi pusat layanan dasar bagi masyarakat.
Juru bicara kementerian terkait memberikan keterangan resmi mengenai besarnya dampak kerusakan fisik yang terjadi di lokasi.
"Sebuah bangunan layanan di pembangkit listrik dan pabrik desalinasi air diserang sebagai bagian dari agresi Iran terhadap Negara Kuwait," kata juru bicara Kementerian Energi Kuwait Fatima Abbas Jawhar Hayat dilansir AFP, Senin (30/3/2026).
Fatima menegaskan bahwa gempuran tersebut secara spesifik menghancurkan infrastruktur yang sangat krusial bagi kehidupan warga.
Langkah ofensif ini menambah daftar panjang rangkaian agresi militer yang dilakukan Teheran terhadap wilayah kedaulatan Kuwait.
Sebelum insiden terbaru ini, tercatat sudah ada belasan orang yang kehilangan nyawa akibat rentetan serangan serupa.
Baca Juga: Iran Ledakan Pesawat Mata-Mata Milik AS E-3 AWACS di Pangkalan Al Kharj
Tindakan keras tersebut diklaim sebagai bentuk respon balik Iran atas tekanan militer Amerika Serikat serta Israel.
Fokus serangan Iran berulang kali diarahkan pada titik-titik yang menjadi basis atau pangkalan militer Amerika.
Belum lama ini, Bandara Internasional Kuwait juga menjadi sasaran tembak yang mengakibatkan kerugian materiil yang sangat besar.
Situasi keamanan di kawasan tersebut kian tidak menentu seiring meningkatnya intensitas serangan udara dalam sebulan terakhir.
Setiap ledakan yang terjadi selalu membawa dampak luas bagi mobilitas dan pelayanan publik di negara kaya minyak itu.
Ketegangan ini bermula dari iklim politik yang memanas antara poros Iran dengan sekutu barat di wilayah tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Media Iran Terang-terangan Sebut Teheran Tak Punya Pilihan Perlu Bangun Senjata Nuklir
-
Gambir Siaga! 1.045 Polisi Kawal Demo Mahasiswa Paniai dan Front Anti Militerisme
-
Iran Serukan Negara Tetangga Blokir Pesawat Tempur Asing Demi Kedamaian di Timur Tengah
-
Evakuasi Berjam-jam Pakai Alat Berat, Balita di Tebet Tewas Terperosok Lubang Proyek 4 Meter
-
Amerika: Perdamaian AS - Iran Tidak Batal, Meski Ada Baku Tembak
-
Hari Ini! MK Putuskan Nasib UU Polri hingga Gugatan Peradilan Militer
-
Harga Minyak Dunia Melonjak Usai Perdamaian Iran - AS Terancam Batal Total
-
Anak Buah Donald Trump: Iran dan AS Akan Hentikan Serangan Sementara Waktu
-
Gelombang Panas Ekstrem Eropa Tewaskan 1000 Orang di Prancis Mayoritas Lansia
-
Internal Politik Israel Panas! Benjamin Netanyahu Ancam Keluar dari Partai Likud