- Otoritas imigrasi Malaysia menahan setidaknya delapan warga negara Israel dalam beberapa bulan terakhir karena kebijakan ketat negara tersebut.
- Beberapa pelancong ditahan karena transit atau memasuki Malaysia berdasarkan informasi tidak akurat dari teknologi kecerdasan buatan (AI).
- Upaya pembebasan dilakukan melalui intervensi diplomatik Israel dari kantor perwakilan yang berkedudukan di Singapura.
Suara.com - Gelombang penahanan warga negara Israel di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) memicu kekhawatiran diplomatik di kawasan Asia Tenggara. Setidaknya delapan warga Israel dilaporkan telah ditahan oleh otoritas imigrasi Malaysia dalam beberapa bulan terakhir.
Ironisnya, beberapa dari mereka mengaku mendarat di Malaysia setelah mengikuti panduan dari teknologi akal imitasi atau AI, yang menyebutkan bahwa transit di Kuala Lumpur aman bagi pemegang paspor Israel.
Mengutip media Israel, Ynetnews, Senin (30/3/2026), para pelancong yang ditahan tersebut terdiri dari individu yang mencoba memasuki Malaysia maupun mereka yang hanya melakukan transit menuju destinasi lain di Asia, seperti Filipina.
Untuk diketahui, Malaysia merupakan salah satu negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.
Malaysia juga secara konsisten menunjukkan dukungan kuat terhadap kedaulatan Palestina serta Iran, yang berdampak pada kebijakan ketat terhadap pemegang paspor negara tersebut.
Tersesat karena AI
Salah satu insiden paling mencolok terjadi pada hari Rabu pekan lalu, ketika empat pemuda Israel dihentikan saat sedang berganti pesawat di Kuala Lumpur dalam perjalanan dari Thailand menuju Filipina.
Dua wanita dalam rombongan tersebut, yang bepergian menggunakan paspor Israel, langsung diamankan oleh petugas keamanan bandara.
Setelah menjalani pemeriksaan, mereka mengungkapkan alasan mengejutkan di balik rute perjalanan tersebut.
Baca Juga: Malaysia Sita Kapal Indonesia Rp 6,6 Miliar, 12 WNI Ditangkap
Mereka mengaku mengandalkan panduan dari sebuah AI chatbot, yang menginformasikan transit melalui Kuala Lumpur dari Thailand menuju Filipina akan aman bagi mereka.
Pasangan yang tidak fasih berbahasa Inggris tersebut, akhirnya memutuskan untuk kembali ke Thailand setelah proses penahanan selesai.
Kejadian serupa menimpa dua pria Israel yang bepergian dari Kamboja menuju Filipina melalui Malaysia.
Keduanya harus mendekam selama dua hari dalam tahanan otoritas bandara sebelum akhirnya dideportasi kembali ke Kamboja.
Laporan menyebutkan, penahanan semacam ini biasanya berlangsung antara 24 hingga 48 jam, namun bisa memakan waktu lebih lama jika pelancong menghadapi kesulitan administratif untuk masuk ke negara tujuan deportasi.
Intervensi Diplomatik dari Singapura
Berita Terkait
-
Malaysia Sita Kapal Indonesia Rp 6,6 Miliar, 12 WNI Ditangkap
-
ANALISIS: Donald Trump Makin Terpojok karena Ulah Sendiri, Perang Iran Akan Berakhir?
-
Detik-detik Prajurit TNI Gugur di Perang Timur Tengah
-
Habis Selat Hormuz, Gerbang Laut Merah Selat Bab Al Mandab Bakal Diblokir Sekutu Iran
-
Hacker Iran Retas Email Bos FBI Kash Patel, AS Gelar Sayembara Rp157 Miliar
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
Sikat Jalur Maut! KAI Daop 1 Jakarta Targetkan Tutup 40 Perlintasan Liar di 2026
-
Tren Miris di Karawang: Jadi Pengedar demi Nyabu Gratis, 41 Pelaku Diringkus Polisi!
-
Dikenal Religius, Pedagang Rujak di Duri Kepa Digerebek Warga usai Diduga Cabuli Siswi SD
-
Geger! Pria Tewas Bersimbah Darah di Kampung Ambon Usai Cekcok Mulut, Warga: Lukanya Banyak Sekali..
-
Kasus Mafia Emas PT SJU, Bareskrim Tetapkan Anak Bos Besar Sebagai Tersangka, Ini Sosoknya
-
Dihantam Innova di Lampu Merah Pesing, Pemotor Supra Terpental hingga Tewas di Tempat
-
Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
-
Jangan Cuma Nakhoda, DPR Desak Bongkar Mafia di Balik Tragedi Kapal PMI Malaysia
-
Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!
-
Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia