- Otoritas imigrasi Malaysia menahan setidaknya delapan warga negara Israel dalam beberapa bulan terakhir karena kebijakan ketat negara tersebut.
- Beberapa pelancong ditahan karena transit atau memasuki Malaysia berdasarkan informasi tidak akurat dari teknologi kecerdasan buatan (AI).
- Upaya pembebasan dilakukan melalui intervensi diplomatik Israel dari kantor perwakilan yang berkedudukan di Singapura.
Karena tidak adanya kantor kedutaan Israel di Malaysia, upaya pembebasan dan pendampingan bagi mereka yang ditahan harus dilakukan melalui intervensi pejabat diplomatik Israel yang berbasis di Singapura.
Duta Besar Israel untuk Singapura, Eliyahu Vered Hazan, mengonfirmasi warga yang ditahan tersebut sebenarnya tidak melakukan tindak kriminal apa pun di wilayah Malaysia.
“Semua yang ditahan tidak melanggar hukum atau melakukan pelanggaran apa pun. Satu-satunya alasan penahanan mereka adalah karena mereka warga negara Israel,” kata Eliyahu Vered Hazan.
Pernyataan ini menegaskan kebijakan penahanan tersebut murni didasarkan pada status kewarganegaraan dan kebijakan politik luar negeri Malaysia.
Dubes Hazan pun mendesak warganya untuk benar-benar menghindari wilayah udara atau darat Malaysia, sejalan dengan peringatan perjalanan yang dikeluarkan oleh Dewan Keamanan Nasional Israel.
Pergeseran Kondisi di Lapangan
Dubes Hazan juga menyoroti bahwa kondisi keamanan bagi warga Israel di Malaysia telah bergeser secara signifikan, terutama setelah pecahnya konflik besar pada 7 Oktober 2023.
Meskipun ada beberapa warga lokal Malaysia yang sempat menawarkan bantuan, secara sistematis risiko bagi warga Israel telah meningkat tajam.
“Penahanan yang ditujukan kepada warga Israel telah menjadi hal yang lumrah, menyebabkan ketidaknyamanan, keterlambatan yang berkepanjangan, serta biaya finansial yang signifikan,” kata Eliyahu.
Baca Juga: Malaysia Sita Kapal Indonesia Rp 6,6 Miliar, 12 WNI Ditangkap
Ia memperingatkan, dalam situasi yang melibatkan keselamatan nyawa, para pelancong tidak boleh bersikap meremehkan atau terlalu percaya diri dengan informasi yang tersedia di internet secara mentah-mentah.
Menurutnya, upaya diplomatik untuk membebaskan warga yang ditahan tidak selalu berakhir dengan keberhasilan yang cepat.
“Ketika nyawa menjadi taruhannya, Anda tidak bisa sekadar mengatakan ‘semuanya akan baik-baik saja’,” kata dia.
Berita Terkait
-
Malaysia Sita Kapal Indonesia Rp 6,6 Miliar, 12 WNI Ditangkap
-
ANALISIS: Donald Trump Makin Terpojok karena Ulah Sendiri, Perang Iran Akan Berakhir?
-
Detik-detik Prajurit TNI Gugur di Perang Timur Tengah
-
Habis Selat Hormuz, Gerbang Laut Merah Selat Bab Al Mandab Bakal Diblokir Sekutu Iran
-
Hacker Iran Retas Email Bos FBI Kash Patel, AS Gelar Sayembara Rp157 Miliar
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Media Iran Terang-terangan Sebut Teheran Tak Punya Pilihan Perlu Bangun Senjata Nuklir
-
Gambir Siaga! 1.045 Polisi Kawal Demo Mahasiswa Paniai dan Front Anti Militerisme
-
Iran Serukan Negara Tetangga Blokir Pesawat Tempur Asing Demi Kedamaian di Timur Tengah
-
Evakuasi Berjam-jam Pakai Alat Berat, Balita di Tebet Tewas Terperosok Lubang Proyek 4 Meter
-
Amerika: Perdamaian AS - Iran Tidak Batal, Meski Ada Baku Tembak
-
Hari Ini! MK Putuskan Nasib UU Polri hingga Gugatan Peradilan Militer
-
Harga Minyak Dunia Melonjak Usai Perdamaian Iran - AS Terancam Batal Total
-
Anak Buah Donald Trump: Iran dan AS Akan Hentikan Serangan Sementara Waktu
-
Gelombang Panas Ekstrem Eropa Tewaskan 1000 Orang di Prancis Mayoritas Lansia
-
Internal Politik Israel Panas! Benjamin Netanyahu Ancam Keluar dari Partai Likud