News / Nasional
Senin, 30 Maret 2026 | 17:01 WIB
Prajurit TNI Farizal Rhomadhon tewas di Lebanon. (Instagram @farizalrmdn17)
Baca 10 detik
  • DPR mendesak investigasi mendalam atas serangan di Lebanon yang menewaskan satu prajurit TNI pada 29 Maret 2026.
  • Investigasi bertujuan menentukan kronologi, keadilan bagi korban, dan mengurai detail teknis penyebab serangan tersebut.
  • Hasil investigasi harus menjadi bahan evaluasi penting untuk perbaikan prosedur operasional standar misi pasukan selanjutnya.

Suara.com - DPR turut mendesak dilakukan investigasi menyeluruh atas serangan yang menewaskan Praka Farizal Rhomadhon, prajurit TNI dalam misi penjaga perdamaian di Lebanon.

Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono, menegaskan pengusutan kasus ini penting, bukan hanya untuk mengetahui kronologi, tetapi juga sebagai bentuk keadilan bagi keluarga korban.

“Harus ada investigasi mendalam, karena ini berkaitan dengan keadilan kepada keluarga prajurit. Ini serangannya dari mana, siapa yang menyerang,” kata Dave di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (30/3/2026).

Ia menekankan, investigasi juga perlu mengurai detail teknis serangan, termasuk apakah ada kesalahan target atau faktor lain yang menyebabkan posisi kontingen Indonesia terdampak.

“Apakah dia berada di tempat yang salah atau karena info yang salah dari pihak penyerang. Hal-hal ini yang harus didalami,” ujarnya.

Menurut Dave, hasil investigasi nantinya tidak hanya berhenti pada penetapan fakta, tetapi juga harus menjadi bahan evaluasi prosedur operasional standar (SOP) bagi penugasan pasukan ke depan.

“Ini juga menjadi pelajaran untuk kita memperbaiki SOP-SOP berikutnya,” katanya.

Ia pun menyoroti pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam proses investigasi, mengingat insiden ini terjadi dalam konteks konflik bersenjata di wilayah internasional.

Video amatir saat Israel serang Lebanon [X]

Selain itu, Dave menyinggung proses pemulangan jenazah prajurit yang gugur. Ia menyebut tidak ada target waktu pasti, karena bergantung pada kesiapan teknis di lapangan.

Baca Juga: Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon

“Itu tergantung kesiapan dan juga bagaimana logistik di sana,” ujarnya.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengonfirmasi satu prajurit TNI yang tergabung dalam misi penjaga perdamaian PBB di Lebanon gugur dalam serangan yang terjadi pada Sabtu, 29 Maret 2026, waktu setempat.

Sebelunnya, kabar duka tersebut disampaikan langsung oleh pemerintah melalui pernyataan resmi yang diunggah di akun X Kemlu RI pada Senin (30/3) pagi. Dalam pernyataan itu, tiga personel lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dalam insiden yang sama.

Serangan tersebut terjadi di dekat wilayah Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara militer Israel dan kelompok bersenjata di kawasan tersebut.

Load More