News / Nasional
Senin, 30 Maret 2026 | 18:14 WIB
TAUD mengecam keras serangan terhadap Andrie Yunus yang dinilai sangat terencana. Temuan awal menunjukkan keterlibatan pihak yang sangat terlatih dalam eksekusi teror tersebut.
Baca 10 detik
  • Tim Advokasi menemukan sekitar 16 pelaku lapangan terlibat penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, pada 12 Maret.
  • Diduga serangan terstruktur melibatkan oknum perwira menengah dan aktor sipil, bukan aksi spontan belaka.
  • Komnas HAM berencana memeriksa pihak TNI dan telah meminta keterangan dari Polda Metro Jaya terkait kasus ini.

"Kami akan memeriksa berbagai pihak, termasuk TNI,” ujar Saurlin di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Senin (30/3/2026).

Namun hingga kekinian, Saurlin belum bisa memastikan siapa yang akan hadir mewakili institusi TNI. Sebab secara formal, pemanggilan ditujukan ke institusi, bukan individu tertentu.

"Tentu yang tertinggi adalah Panglima, tapi kita belum tahu siapa yang akan datang,” katanya.

Di sisi lain, Komnas HAM juga tengah meminta keterangan dari pihak Polda Metro Jaya yang diwakili oleh Direktur Reserse Kriminal Umum bersama sejumlah stafnya pada Senin (30/3/2026).

Komnas HAM mengaku telah memperoleh sejumlah data awal yang dibutuhkan untuk proses pemantauan.
Meski begitu, masih ada sejumlah informasi tambahan yang diminta untuk dilengkapi. 

Saurlin menyebut Komnas HAM hingga kekinian juga belum menentukan arah penanganan hukum yang akan direkomendasikan terkait kasus Andrie Yunus.

Load More