Suara.com - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Gresik dalam rangka 'Kolaborasi Program Prioritas Presiden' pada Senin (30/3/2026).
Kedatangan Gus Ipul ke Aula Mandala Bhakti Praja Kabupaten Gresik disambut oleh penampilan siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 Gresik, diantaranya seperti paduan suara, pembacaan puisi, dan pidato 4 bahasa, bahasa inggris, bahasa arab, bahasa tagalog, dan bahasa prancis.
Para siswa yang berpidato sangat percaya diri dan fasih menyampaikan pesan dalam masing-masing bahasa, suasana hening menandakan peserta terpukau pada penampilan siswa Sekolah Rakyat ini.
Penampilan-penampilan siswa Sekolah Rakyat ini menunjukkan bahwa potensi bisa muncul darimana saja, bahkan dari anak-anak yang belum pernah terbawa dalam proses pembangunan.
"Yang sekolah di Sekolah Rakyat adalah mereka yang ada di desil 1, desil 2 DTSEN. Tidak boleh yang lain-lain. Sekarang masih belum semua tahu, tapi ke depan akan berebut. Karena sekolah rakyat ini memang bagi orang-orang khusus, orang-orang istimewa, orang-orang yang belum terbawa dalam proses pembangunan," kata Gus Ipul.
Pada kesempatan ini, Gus Ipul menyampaikan Sekolah Rakyat menjadi miniatur dalam pengentasan kemiskinan, Keluarga Penerima Manfaat menerima penanganan utuh, tidak hanya anaknya yang mendapatkan layanan pendidikan namun, keluarganya jg mendapatkan program-program strategis Presiden Prabowo lainnya.
"Luar biasa sekolah rakyat ini nanti. Sekolah ini anaknya sekolah, orang tuanya diberdayakan, rumahnya dibantu supaya lebih layak huni, mendapatkan bansos lengkap, dapat PBI satu keluarga, ya tentu mereka dapat program-program strategis presiden yang lain," ujarnya.
Lebih lanjut, Gus Ipul menekankan bahwa sasaran Sekolah Rakyat adalah untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem pada Desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Dia menambahkan bahwa DTSEN bersifat dinamis, setiap hari ada yang meninggal, ada yang lahir, ada yang menikah, dan berpindah tempat. Oleh karena itu, data ini perlu dimutakhirkan setiap saat. "Jangan ada yang menganggap data ini statis," imbuhnya.
Baca Juga: Siti Pilih Mengabdi di Sekolah Rakyat Meski Sempat Jadi Kepsek SMA Favorit
Dengan demikian, Gus Ipul mengajak pemerintah daerah Kabupaten Gresik dalam hal ini pemerintah daerah, operator data, dan pilar-pilar sosial untuk terus melakukan upaya pemutakhiran data.
Presiden Prabowo Subianto melalui Inpres No. 4 Tahun 2025 tentang DTSEN, ingin memastikan seluruh warga Indonesia yang seharusnya mendapatkan perlindungan sosial, bisa dijangkau oleh program-program prioritas.
"Maka dengan adanya instruksi Presiden ini, diharapkan datanya tunggal, tidak ada lagi semua pegang data sendiri-sendiri, dan yang memegang data adalah BPS," tegasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyampaikan bahwa Kabupaten Gresik terus melakukan upaya penyelarasan DTSEN, khususnya pada kelompok masyarakat Desil 1-4, melalui ground check bersama BPS, sehingga penetapan desil sesuai kondisi dilapangan.
"Melalui kolaborasi program prioritas Presiden ini. Kita tidak hanya berbicara tentang peningkatan kapasitas individu. Tidak hanya memandang masalah kemiskinan secara mikro. Tetapi juga tentang menciptakan ekosistem yang mendukung kemandiran ekonomi masyarakat," kata Alif yang juga bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.
Pada kegiatan ini, Gus Ipul juga menyalurkan bantuan kewirausahaan kepada 75 Orang Tua SRMA 37 Gresik, dengan total nilai bantuan Rp.391.853.366, penyerahan bantuan secara simbolis diwakili oleh 5 Orang Tua siswa.***
Berita Terkait
-
Satu Siswa Dapat 4 Pasang, Intip Penampakan Sepatu Sekolah Rakyat yang Dibanderol hingga Rp640 Ribu
-
Heboh Sepatu Rp 700 Ribu untuk Siswa Sekolah Rakyat, Gus Ipul Bongkar Faktanya!
-
Sepatu Sekolah Rakyat Merk Apa? Dianggarkan Sampai Rp700 Ribu per Pasang
-
Berapa Harga Sepatu Stradenine? Bukan Rp700 Ribuan, Ini Faktanya
-
Brand Stradenine Klarifikasi Isu Keterlibatan di Program Sepatu Sekolah Rakyat Rp700 Ribu per Pasang
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali