- Pemprov DKI Jakarta membangun lima zebra cross baru di Jalan Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
- Pembangunan dimulai pada Senin (30/3/2026) sebagai respons atas aksi warga yang membuat marka jalan ala Pac-Man.
- Keterlambatan pengerjaan disebabkan pemeliharaan trotoar, kondisi cuaca buruk, dan prosedur teknis marka jalan thermoplastic.
Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga terus berupaya meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan dengan membangun lima titik zebra cross baru di Jalan Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan.
Pembangunan fasilitas penyeberangan jalan ini dilakukan guna merespons kebutuhan mobilitas warga di kawasan padat tersebut agar lebih aman dan tertib.
Berdasarkan jadwal pengerjaan, empat dari lima zebra cross tersebut mulai dikerjakan pada Senin (30/3/2026) malam tadi.
Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, mengungkapkan bahwa fasilitas ini diharapkan mampu memupuk budaya saling menghormati antar-pengguna jalan.
"Kami berharap kehadiran zebra cross ini dapat mendukung mobilitas warga yang lebih aman dan tertib, sekaligus memperkuat budaya saling menghormati di jalan," ujar Wenny dalam keterangan tertulis.
Wenny juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang sempat terjadi akibat keterlambatan penyediaan marka jalan di lokasi tersebut.
Ia menjelaskan bahwa hilangnya marka jalan tersebut merupakan dampak dari pemeliharaan berkala serta peningkatan trotoar pada akhir 2025 yang menyebabkan zebra cross lama tertutup aspal.
Faktor cuaca dengan curah hujan yang tinggi di Jakarta juga diakui menjadi salah satu kendala utama yang menghambat proses pengerjaan di lapangan.
Selain itu, terdapat prosedur teknis yang harus dipatuhi agar material marka jalan dapat memiliki daya tahan yang maksimal saat digunakan oleh publik.
Baca Juga: ASDP Klaim Antrean Kendaraan di Gilimanuk Berkurang Jadi 20 KM
"Perlu diketahui, pemasangan kembali marka jalan tidak dapat dilakukan secara langsung setelah pengaspalan, karena material marka thermoplastic memerlukan kondisi permukaan jalan yang telah melalui masa pengeringan optimal agar dapat melekat dengan baik dan memiliki daya tahan maksimal," jelas Wenny.
Langkah cepat Pemprov DKI ini juga merupakan tindak lanjut atas aksi kreatif warga yang sebelumnya menyulap jalanan tersebut menjadi arena permainan klasik Pac-Man sebagai bentuk kritik sosial.
Inisiatif yang dipelopori oleh pemilik akun Instagram @ijoeel itu muncul karena keresahan warga terhadap raibnya marka jalan selama berbulan-bulan yang membahayakan nyawa pejalan kaki.
Keberadaan zebra cross di titik tersebut dinilai sangat krusial, terutama bagi jemaat gereja di sekitar lokasi yang sering menyeberangi jalanan yang selalu ramai kendaraan.
Para pegiat seni tersebut tidak hanya memberikan garis putih, tetapi juga menambahkan karakter hantu dan karakter utama Pac-Man agar tampilan jalan terlihat atraktif sekaligus menyentil pemerintah.
Melihat fenomena tersebut, Wenny memberikan apresiasi terhadap inisiatif masyarakat yang memiliki kesadaran kolektif tinggi terhadap keselamatan di ruang publik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Mengapa Aparat Takut dengan Film 'Pesta Babi? Dokumenter yang Menguak Sisi Gelap Proyek di Papua
-
Tak Sembarang Orang Bisa Beli, Begini Alur Distribusi Narkoba 'VIP Only' di B Fashion Hotel
-
Nasib Ahmad Syahri Merokok dan Main Game Saat Rapat, Terancam Dipecat dari DPRD Jember?
-
Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
-
Nasib Santri Ponpes Pati Usai Geger Kasus Pelecehan, Sekolah Tetap Lanjut atau Pindah?
-
Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal, Kombes Iman: Kami Siap Beraksi 24 Jam!
-
Kepulauan Seribu Diserbu Wisatawan Saat Liburan, Polres Sebar Polisi di Tiap Dermaga
-
Kedubes Jepang Warning Warganya: Nekat Prostitusi Anak di RI, Siap-siap Dibui di Dua Negara
-
Polisi Ciduk Komplotan Jambret di Tamansari, Uang Hasil Kejahatan Dipakai Buat Pesta Sabu
-
Sebut Prabowo Anggap Gagasannya Suci, Sobary: Oh Paus Saja Ndak Begitu Bung!