-
Amerika Serikat mengerahkan 57.000 pasukan ke Timur Tengah sebagai sinyal kuat rencana invasi darat.
-
Perang darat di Iran berisiko memicu lonjakan harga minyak dunia hingga di atas USD150.
-
Konflik ini diprediksi melibatkan banyak front tempur dan menyebabkan bencana kemanusiaan yang sangat besar.
Konflik darat ini diprediksi tidak akan selesai dalam waktu singkat melainkan bisa memakan waktu bertahun-tahun.
Pasukan Amerika Serikat kemungkinan besar akan terjebak dalam pertempuran di banyak titik sekaligus secara bersamaan.
Lawan yang dihadapi bukan hanya tentara reguler, melainkan juga kelompok proksi seperti Houthi, Hizbullah, hingga Hamas.
Meskipun kekuatan kelompok bersenjata non-negara ini mungkin telah tertekan, mereka tetap menjadi ancaman yang sangat serius.
Intervensi darat ini juga berpotensi memaksa negara-negara di sekitar Teluk untuk menentukan posisi politik mereka secara tegas.
Para prajurit Amerika Serikat di lapangan akan menghadapi tantangan berat berupa taktik perang asimetris dari pihak lawan.
Model peperangan ini melibatkan penggunaan ribuan pesawat tanpa awak seri Shahed yang diproduksi dengan biaya sangat murah.
Tentara AS berisiko menjadi sasaran empuk bagi drone-drone tersebut yang dapat menyebabkan jatuhnya korban jiwa dalam jumlah banyak.
Sistem pertahanan udara yang mahal akan dipaksa bekerja ekstra keras menghadapi gelombang serangan drone yang masif dan konstan.
Baca Juga: Jay Idzes Bicara Bibit Harapan di Tengah Kekalahan Timnas Indonesia
Selain ancaman fisik, faktor perang siber yang dikembangkan oleh Teheran juga menjadi variabel yang patut diwaspadai pihak Barat.
Serangan militer ini secara otomatis akan memberikan alasan bagi Iran untuk menargetkan infrastruktur energi di kawasan Teluk.
Langkah tersebut akan melumpuhkan aktivitas ekspor minyak dan gas bumi yang sangat krusial bagi kebutuhan dunia.
Selat Hormuz yang merupakan jalur utama distribusi minyak bumi terancam ditutup total akibat pecahnya peperangan darat tersebut.
Kondisi ini akan memicu kepanikan di pasar global dan mendorong harga minyak mentah Brent melampaui angka tertentu.
Negara-negara dengan ketergantungan energi tinggi seperti India dan China akan mengalami dampak ekonomi yang sangat destruktif.
Efek samping yang paling menyedihkan dari rencana invasi ini adalah munculnya bencana kemanusiaan di wilayah Timur Tengah.
Ribuan nyawa telah melayang dalam konflik awal, namun angka tersebut bisa membengkak berkali-kali lipat jika invasi terjadi.
Kelompok hak asasi manusia memberikan peringatan keras mengenai potensi jatuhnya korban dari kalangan warga sipil dan anak-anak.
Sebagai perbandingan, perang besar sebelumnya di wilayah ini telah merenggut nyawa ratusan ribu orang dalam periode tertentu.
Konflik tahun 2026 ini dikhawatirkan akan menciptakan gelombang pengungsi yang sangat luas ke berbagai penjuru dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?