- Praka Farizal Rhomadhon gugur di Lebanon terkena ledakan mortir saat melaksanakan salat Isya di area penugasan.
- Danbrigif 25/Siwah memimpin langsung upacara pemakaman militer di Kulon Progo sesuai permintaan keluarga almarhum.
- Pihak TNI telah memberikan pendampingan psikologis kepada istri almarhum yang berada di Aceh sejak awal.
Suara.com - Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) 25/Siwah, Kolonel Inf. Dimar Bahtera, mengungkap kronologi peristiwa gugurnya Praka Farizal Rhomadhon dalam misi perdamaian di Lebanon.
Diceritakan Dimar, almarhum meninggal dunia usai terkena ledakan mortir saat melaksanakan salat isya.
Peristiwa naas tersebut terjadi tepat di sekitar area penugasan atau compound tempat almarhum bersama rekan-rekan satgas lainnya bermarkas.
"Jadi bukan waktu salat subuh tapi pada saat salat isya. Jadi ketika yang bersangkutan sedang melaksanakan salat dan di situ sedang ada mortir ya, artileri yang jatuh di samping masjid," kata Dimar saat ditemui di rumah duka, Lendah, Kulon Progo, DI Yogyakarta, Selasa (31/3/2026).
Serangan artileri yang jatuh di dekat tempat ibadah tersebut menjadi penyebab utama sang prajurit gugur di medan tugas.
"Ya di compound, di pos, ya (saat almarhum) salat isya," kata dia.
Saat ini pihak TNI telah berkoordinasi dengan keluarga besar almarhum di Kulon Progo terkait prosesi pemakaman.
Sesuai dengan permintaan pihak keluarga, jenazah Praka Farizal akan dikebumikan di tanah kelahirannya dengan upacara kehormatan sebagai bentuk apresiasi tertinggi dari negara.
"Pemakamannya di sini sesuai dengan permintaan keluarga. Penghormatan dari negara itu ada upacara kehormatan, penghormatan pemakaman secara militer," ucapnya
Baca Juga: Tiga Prajurit TNI Gugur Akibat Serangan Israel, MPR Minta Pemerintah Tarik Pasukan dari Lebanon
"Dan nanti saya rencananya yang akan memimpin upacara. Saya langsung diutus dari, dari pimpinan, dari Presiden, dari Panglima TNI, dari Kasad. Kurang lebih seperti itu," katanya menambahkan.
Sementara itu, kondisi istri almarhum yang berada di Aceh juga terus dipantau dan diberikan pendampingan psikologis sejak hari pertama kabar duka tersebut tiba.
Proses penyampaian informasi dilakukan melalui mekanisme resmi militer dengan melibatkan jajaran pimpinan dan organisasi Persatuan Istri Tentara (Persit).
"Istri (almarhum) dari hari pertama kejadian informasi sudah langsung kita sampaikan dengan mekanisme dan cara yang ada di militer. Disampaikan oleh yang tertua di satuan itu termasuk seluruh istri perwira, seluruh rekan-rekan dia," ujarnya.
Saat ini, persiapan keberangkatan istri almarhum dari Aceh menuju Kulon Progo sedang dijadwalkan. Rombongan diperkirakan akan tiba di rumah duka pada lusa.
"Kemudian nanti rencana besok dari Bireuen menuju Medan, kemudian lusa tanggal 2 perjalanan dari Medan ke sini," tandasnya.
Berita Terkait
-
Rumah Praka Farizal Dipenuhi Karangan Bunga Dukacita
-
Prabowo Berduka Atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon
-
Danbrigif Siwah Ungkap Alur Pemulangan Jenazah Praka Farizal dari Lebanon ke Tanah Air
-
Tiga Prajurit TNI Gugur Akibat Serangan Israel, MPR Minta Pemerintah Tarik Pasukan dari Lebanon
-
5 Fakta Gugurnya 3 Prajurit TNI dalam Misi Perdamaian PBB di Lebanon
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Papua Tengah Cetak Sejarah, Ekspor Perdana Hasil Perikanan Langsung dari Mimika Perkuat Ekonomi Biru
-
Terungkap! Sikka Punya 30 Pub tapi Mayoritas Bodong, Jadi Sarang Eksploitasi Perempuan?
-
Meki Nawipa Lepas Ekspor Perdana Hasil Perikanan Papua Tengah ke Pasar Internasional
-
Buntut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, PDIP Nonaktifkan Anggota DPRD TTU Veronika Lake
-
Divonis 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Akan Ajukan Banding
-
Vonis Nadiem Diwarnai Dissenting Opinion, Hakim Nilai Tak Ada Bukti Niat Jahat
-
Siapa Hakim Andi Saputra? Dissenting Opinion dan Minta Nadiem Makarim Dibebaskan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Beda Drastis dari Hari Pertama, Pendukung Roy Suryo Tak Lagi Padati PN Jaksel
-
Ambil Alih Lahan di Kedoya, Kuasa Hukum Ahli Waris Bongkar Modus Surat Mencari Tanah