News / Internasional
Rabu, 01 April 2026 | 09:25 WIB
Selat Hormuz
Baca 10 detik
  • Amerika Serikat menolak keras tuntutan Iran terkait pengakuan kedaulatan penuh atas Selat Hormuz.

  • Donald Trump berencana menyudahi operasi militer meskipun Selat Hormuz masih dalam kondisi terblokade.

  • Fokus Washington beralih pada pelemahan kekuatan laut dan pembatasan cadangan rudal jarak jauh Iran.

Serangan udara tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan infrastruktur yang cukup parah serta memakan korban jiwa.

Iran tidak tinggal diam dan langsung meluncurkan serangan balasan ke wilayah Israel serta basis militer Amerika.

Eskalasi bersenjata ini secara otomatis menciptakan blokade de facto di jalur pelayaran Selat Hormuz.

Padahal wilayah tersebut merupakan urat nadi distribusi minyak mentah dan gas alam cair bagi pasar global.

Akibat tersumbatnya jalur tersebut volume ekspor energi dari negara-negara Teluk Persia menurun drastis.

Blokade ini juga berdampak langsung pada lonjakan harga bahan bakar minyak di berbagai belahan dunia.

Di tengah situasi yang mencekam Presiden Donald Trump menunjukkan perubahan arah kebijakan militernya.

Trump dikabarkan mulai bersiap untuk menyudahi operasi militer terhadap Iran dalam waktu dekat.

Keputusan ini tetap akan diambil meskipun Selat Hormuz kemungkinan besar masih berada dalam kondisi tertutup.

Baca Juga: Bahlil: RI Dapat Pasokan Minyak Baru Pengganti Timur Tengah

Informasi mengenai sikap lunak Trump ini pertama kali dibocorkan oleh laporan The Wall Street Journal.

Sejumlah pejabat tinggi di pemerintahan Amerika Serikat membenarkan adanya pergeseran strategi dari sang presiden.

Trump dan para penasihatnya menilai misi membuka Selat Hormuz secara total bisa memakan waktu lama.

Operasi awal yang diprediksi selesai dalam enam pekan dikhawatirkan akan terseret menjadi perang berkepanjangan.

Oleh karena itu fokus utama Washington kini beralih pada pelemahan kemampuan tempur laut milik Iran.

Amerika Serikat juga berupaya keras untuk membatasi persediaan rudal jarak jauh yang dimiliki Teheran.

Load More