-
Amerika Serikat menolak keras tuntutan Iran terkait pengakuan kedaulatan penuh atas Selat Hormuz.
-
Donald Trump berencana menyudahi operasi militer meskipun Selat Hormuz masih dalam kondisi terblokade.
-
Fokus Washington beralih pada pelemahan kekuatan laut dan pembatasan cadangan rudal jarak jauh Iran.
Serangan udara tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan infrastruktur yang cukup parah serta memakan korban jiwa.
Iran tidak tinggal diam dan langsung meluncurkan serangan balasan ke wilayah Israel serta basis militer Amerika.
Eskalasi bersenjata ini secara otomatis menciptakan blokade de facto di jalur pelayaran Selat Hormuz.
Padahal wilayah tersebut merupakan urat nadi distribusi minyak mentah dan gas alam cair bagi pasar global.
Akibat tersumbatnya jalur tersebut volume ekspor energi dari negara-negara Teluk Persia menurun drastis.
Blokade ini juga berdampak langsung pada lonjakan harga bahan bakar minyak di berbagai belahan dunia.
Di tengah situasi yang mencekam Presiden Donald Trump menunjukkan perubahan arah kebijakan militernya.
Trump dikabarkan mulai bersiap untuk menyudahi operasi militer terhadap Iran dalam waktu dekat.
Keputusan ini tetap akan diambil meskipun Selat Hormuz kemungkinan besar masih berada dalam kondisi tertutup.
Baca Juga: Bahlil: RI Dapat Pasokan Minyak Baru Pengganti Timur Tengah
Informasi mengenai sikap lunak Trump ini pertama kali dibocorkan oleh laporan The Wall Street Journal.
Sejumlah pejabat tinggi di pemerintahan Amerika Serikat membenarkan adanya pergeseran strategi dari sang presiden.
Trump dan para penasihatnya menilai misi membuka Selat Hormuz secara total bisa memakan waktu lama.
Operasi awal yang diprediksi selesai dalam enam pekan dikhawatirkan akan terseret menjadi perang berkepanjangan.
Oleh karena itu fokus utama Washington kini beralih pada pelemahan kemampuan tempur laut milik Iran.
Amerika Serikat juga berupaya keras untuk membatasi persediaan rudal jarak jauh yang dimiliki Teheran.
Sambil meredam permusuhan militer Trump tetap menekan Iran agar segera memulihkan arus perdagangan internasional.
Jika diplomasi ini menemui jalan buntu Amerika akan meminta bantuan dari negara-negara di kawasan Eropa.
Negara-negara Teluk Persia juga diharapkan mengambil peran lebih aktif dalam menjaga keamanan jalur maritim tersebut.
Meski demikian opsi kekuatan militer tambahan tetap tersedia di meja kerja presiden sebagai langkah cadangan.
Namun untuk saat ini penggunaan senjata bukan lagi menjadi prioritas utama dalam doktrin luar negeri Trump.
Dunia internasional kini terus memantau setiap perkembangan yang keluar dari Gedung Putih maupun Teheran.
Stabilitas ekonomi global sangat bergantung pada keamanan navigasi di Selat Hormuz yang sedang bergejolak.
Tanpa adanya kesepakatan konkret risiko krisis energi yang lebih luas masih menghantui banyak negara.
Masyarakat global berharap agar proses negosiasi melalui Pakistan dapat membuahkan hasil yang nyata.
Hingga kini status Selat Hormuz masih menjadi teka-teki besar bagi masa depan geopolitik dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
-
Kompak Turun: Ini Harga BBM di Pertamina hingga Shell
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
Terkini
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Tegas! Prabowo Minta Polri Menjadi Penjaga Demokrasi yang Dewasa
-
Mahasiswa Viral Masuk Toilet Cewek? Unisa Yogyakarta: Investigasi Awal Belum Temukan Faktanya
-
Viral Gunungan Sampah di Cakung Barat, Kelurahan Kerahkan Petugas dan Tutup TPS Liar
-
Habiburokhman: HUT ke-80 Harus Jadi Momentum Polri Perkuat Kepercayaan Rakyat
-
Pasar Baru Bakal Dijadikan Myeongdong Versi Jakarta
-
Gelombang Panas Eropa Makin Mematikan: Krisis Kesehatan Hingga Ancam Ketahanan Energi Nasional
-
Prabowo: Kita Butuh Kritik, Tapi Jangan Biarkan Demokrasi Dibajak Pemilik Modal!
-
Pramono Ultimatum Plaza Senayan dan Senayan City: Bangun Akses Penghubung atau Pajaknya Dinaikkan
-
Putusan MK Final, Pilkada Tetap Langsung! PKB: Jangan Debat Lagi, Saatnya Tekan Biaya Politik