- Kebakaran hebat disertai ledakan terjadi di SPBE Cimuning, Kota Bekasi, pada Rabu malam, 1 April 2026.
- Peristiwa tersebut mengakibatkan 13 orang mengalami luka bakar serta merusak sejumlah bangunan rumah dan toko warga.
- Polisi dan tim Labfor sedang menyelidiki penyebab ledakan yang diduga bermula dari kebocoran gas di lokasi kejadian.
Suara.com - Penyebab kebakaran hebat yang disertai ledakan di SPBE Cimuning, Mustikajaya, Kota Bekasi, masih menjadi misteri. Polisi kini mendalami sumber api dengan melibatkan tim Laboratorium Forensik (Labfor).
Peristiwa yang terjadi pada Rabu (1/4/2026) pukul 21.15 WIB itu menimbulkan korban luka dan kerusakan di kawasan sekitar.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, api bermula dari area SPBE dan kemudian merembet ke lingkungan warga.
“Pada Rabu, 1 April 2026 pukul 21.15 WIB, terjadi kebakaran di SPBE PT Indogas Andalan Kita, Jl. Raya Cinyosok, Kel. Cimuning, Kec. Mustikajaya, Kota Bekasi yang merembet ke area sekitar,” ujar Budi kepada wartawan, Kamis (2/4/2026).
Akibat insiden tersebut, sebanyak 13 orang mengalami luka bakar dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Selain itu, kebakaran juga berdampak pada bangunan warga, meliputi rumah, kontrakan, toko, warung, dan gudang rongsok, dengan sejumlah bangunan mengalami kerusakan sedang hingga rusak parah.
Meski dampak kebakaran sudah jelas, penyebab pasti ledakan dan semburan api belum dapat dipastikan. Polisi masih melakukan penyelidikan mendalam.
“Penyebab kebakaran yang disertai ledakan dan semburan api tersebut saat ini masih dalam penyelidikan Polres Metro Bekasi dengan melibatkan Labfor untuk menemukan penyebab kejadian,” jelas Budi.
Kebocoran Gas hingga Dugaan Percikan Motor
Baca Juga: Tak Bisa Hadir Jadi Saksi Kasus Ijazah Jokowi, Aiman Witjaksono Utus Tim Legal Temui Penyidik Polda
Di tengah penyelidikan, kesaksian dari lokasi mengungkap rangkaian peristiwa sebelum ledakan terjadi. Salah satu karyawan SPBE, Ningsih, menyebut kebocoran gas sebenarnya sudah terdeteksi sejak sore hari.
“Kalau saya dengar, kebocoran itu sekitar jam 3 atau jam 4 sore. Sudah dilaporkan dan sempat diperbaiki,” ungkap Ningsih kepada wartawan di lokasi.
Meski sempat diperbaiki, aktivitas pengisian gas tetap berjalan seperti biasa karena tingginya kebutuhan distribusi.
“Mungkin dianggap aman, terus kerja lagi, dilanjutin,” bebernya.
Ia menjelaskan, operasional SPBE berlangsung padat, bahkan hingga malam hari.
Situasi lalu berubah drastis sekitar pukul 20.30 WIB ketika uap gas tiba-tiba keluar dalam jumlah besar dan menyelimuti area. Uap gas itu bahkan menyebar hingga ke permukiman warga, memicu peringatan darurat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Terbukti Suap Pejabat Kemnaker, Jaksa Tuntut 3 Tahun Penjara untuk Miki dan Temurila
-
Amnesty Kritik RUU Tata Cara Pidana Mati yang Disiapkan Pemerintah Indonesia
-
Komarudin PDIP Usul Wapres Gibran Berkantor di IKN Agar Gedung Tak Mangkrak Usai Putusan MK
-
Bincang Singkat dengan Purbaya, Prabowo Tanya Dolar
-
Pemeriksaan Merambah Kelas TK, Polisi Buka Peluang Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha
-
Dari Nakba 1948 hingga Reruntuhan Gaza: Kisah Pilu Pria Palestina yang Terusir dari Tanah Airnya
-
Isu Transfer Data WNI ke AS di Kesepakatan Prabowo Trump, Menkomdigi Buka Suara
-
Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
-
Amnesty International Sebut Eksekusi Mati Global 2025 Capai Rekor Tertinggi dalam 44 Tahun
-
Kemkomdigi Siapkan Aturan Baru: Wajib Cantumkan Nomor Telepon Saat Daftar Media Sosial