- Jaksa Kejari Karo membantah tuduhan intimidasi terhadap terdakwa Amsal Sitepu terkait pemberian sekotak brownies di Rutan Tanjung Gusta.
- Wira Arizona menegaskan pemberian makanan tersebut merupakan bentuk aksi kemanusiaan untuk membantu memenuhi kebutuhan logistik para tahanan.
- Klarifikasi disampaikan kepada Komisi III DPR RI di Jakarta pada Kamis (2/4/2026) guna menanggapi klaim intimidasi pihak terdakwa.
Suara.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Karo, Sumatera Utara, memberikan klarifikasi tegas di hadapan Komisi III DPR RI mengenai tudingan intimidasi terhadap terdakwa Amsal Sitepu.
Jaksa dari Kejari Karo, Wira Arizona, membantah klaim yang menyebutkan bahwa pemberian sekotak brownies kepada Amsal bertujuan untuk membungkam sang terdakwa agar tidak bersuara di media sosial terkait proses hukum yang dijalaninya.
Dalam rapat di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (2/4/2026), Wira Arizona menjelaskan bahwa pemberian makanan tersebut murni merupakan bentuk aksi kemanusiaan kepada tahanan.
Ia menegaskan tidak pernah mengeluarkan pernyataan yang meminta Amsal untuk sekadar mengikuti alur proses hukum tanpa melakukan protes di ruang publik atau media sosial.
"Siap, itu tidak ada Bapak, (tidak ada) saya sampaikan Pak," ujar Wira saat menjawab pertanyaan Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman sebagaimana dilansir Antara.
Wira memaparkan bahwa saat peristiwa pemberian brownies tersebut terjadi di Rumah Tahanan (Rutan) Tanjung Gusta, Sumatera Utara, dirinya tidak berada sendirian.
Ia didampingi oleh sejumlah staf kejaksaan lainnya untuk melakukan agenda pemeriksaan terhadap Amsal.
"Di situ juga disaksikan bahwasanya penyerahan itu tidak dari tangan saya, yaitu tangan dari staf saya, dan tidak ada omongan apa-apa, Pak," kata Wira Arizona menjelaskan detail kejadian di hadapan anggota dewan.
Menurut keterangan jaksa, kedatangannya ke rutan saat itu sebenarnya bertujuan untuk melakukan pemeriksaan resmi.
Baca Juga: Komisi III DPR Soroti Kasus Amsal Sitepu: Dugaan Intimidasi Jaksa hingga Penahanan Dipertanyakan
Wira mengaku sudah berkoordinasi dengan pengacara Amsal Sitepu, namun pihak pengacara tidak hadir dalam agenda tersebut. Ia kembali menekankan bahwa tidak ada niat sedikit pun untuk melakukan intimidasi melalui pemberian makanan.
Lebih lanjut, Wira menyebutkan bahwa pemberian makanan tambahan seperti brownies merupakan bagian dari budaya kemanusiaan yang telah dilakukan jaksa di Kabupaten Karo sejak tahun 2024.
Hal ini didasari oleh kondisi para tahanan yang kerap mengeluhkan kekurangan logistik makanan.
"Karena di awal permintaan ini kan dari tahanan, Pak. Karena orang ini minta kekurangan makanan, mohon dibantu, seperti itu," ucapnya.
Persoalan ini mencuat setelah Amsal Christy Sitepu, seorang videografer proyek desa yang menjadi terdakwa kasus korupsi penggelembungan anggaran, melontarkan pengakuan mengejutkan.
Amsal mengklaim dirinya mendapatkan intimidasi dari oknum jaksa di rutan dengan cara diberikan sekotak brownies agar dirinya mengikuti alur hukum dan tidak perlu ribut di media sosial.
"Tapi saya bilang saya nggak takut, saya nggak salah," ungkap Amsal dalam rapat daring bersama Komisi III DPR RI yang digelar pada Senin (30/3).
Berita Terkait
-
Komisi III DPR Soroti Kasus Amsal Sitepu: Dugaan Intimidasi Jaksa hingga Penahanan Dipertanyakan
-
Momen Haru Amsal Sitepu Berdiri dan Membungkuk di DPR: Terima Kasih Pak, Saya Sudah Bebas
-
Komisi III DPR Cecar Kajari Karo, Diduga Halangi Amsal Sitepu Keluar Rutan Meski Hakim Setuju
-
Divonis Bebas, Amsal Sitepu Apresiasi Dukungan Pejuang Ekonomi Kreatif
-
Amsal Sitepu Bongkar Rayuan Jaksa Karo: Ditawari Jadi Saksi Ahli dan Proyek Video Sebelum Dipenjara
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
BRI Hadirkan Cashback dan Lelang Gadget Mewah di Kampoeng Tempo Doeloe 2026
-
Merawat Budaya, Menggerakkan Ekonomi: Perjalanan Kemiren Bersama Astra
-
BNPB Instruksikan 8 Langkah Penanganan Gempa M 7,7 di NTT
-
BRI Peduli Hadir untuk Korban Gempa Flores, Salurkan Bantuan dan Dukung Pemulihan
-
BRI Peduli Respons Cepat Gempa Flores, Bantuan Disalurkan ke Maumere dan Mbay
-
Persebaya vs Penang FC Jadi Ajang Rotasi Pemain, Apa Target Bernardo Tavares?
-
Bantu Warga Terdampak Gempa Flores, Relawan BRI Peduli Salurkan Kebutuhan Pokok
-
Gempa Guncang Flores, BRI Peduli Sigap Bantu Warga dan Dukung Pemulihan Pascabencana
-
Novel Celebrity Wedding, Pernikahan Kontrak Antara Akuntan Publik dan Musisi
-
SBY Minta Maaf, Ungkap Alasan Absen Upacara HUT RI ke-81