- Dewi Muniarti membantah meminta kompensasi Rp3,3 miliar atas peristiwa peluru nyasar yang melukai anaknya, Darrell, di Gresik.
- Korban Darrell dan Reinhart mengalami luka fisik serius saat berada di mushola sekolah pada 17 Desember 2025.
- Keluarga menuntut Marinir menanggung biaya pengobatan, pemulihan trauma, serta mempermudah cita-cita korban menjadi anggota TNI atau polisi.
Suara.com - Orang tua korban salah tembak di Gresik, Jawa Timur Darrell Fausta Hamdani, Dewi Muniarti mengaku tidak meminta uang kompensasi sebesar Rp3,3 miliar atau tepatnya Rp3.375.000.000.
Angka tersebut muncul dalam somasi yang dilayangkan Dewi kepada pihak Marinir sebagai kerugian materil dan imateril yang ditimbulkan dari peristiwa peluru nyasar ini.
Peristiwa tersebut menyebabkan luka pada tubuh Darrel di bagian tulang jari tengah pada tangan kiri sehingga korban disebut membutuhkan operasi dan pemasangan pen.
“Somasi itu kalau tadi disampaikan 50 juta sampai 3 miliar itu salah, tidak benar,” kata Dewi di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (2/4/2026).
Dia menjelaskan bahwa berdasarkan perhitungan yang dia lakukan, anaknya memang membutuhkan terapi sampai beberapa tahun ke depan yang menimbulkan kerugian sebesar lebih dari Rp 300 juta.
Korban lainnya, Reinhart Okto Hanaya juga membutuhkan biaya-biaya perawatan akibat kejadian ini sebanyak lebih dari Rp40 juta.
“Namun untuk imateriil itu memang ada saya sebutkan di situ Rp1 M setengah. Iya, betul memang itu. Namun itu hanya di somasi, yang rill itu adalah pertemuan di tanggal 19,” ujar Dewi.
Dalam pertemuan tersebut, dia mengaku memberikan sejumlah klausul tuntutan kepada pihak kesatuan Marinir.
Dalam klausul tersebut, Dewi menuntut pihak Marinir menyampaikan permintaan maaf karena peristiwa latihan tembak Marinir yang berujung pada luka Darrell.
Baca Juga: Ibu Korban Peluru Nyasar Ungkap Klausul Tuntutan kepada Marinir
“Yang kedua, semua yang belum di-cover, yang itu adalah biaya pribadi, itu di-cover oleh pihak kesatuan,” ucap Dewi.
Kemudian, dia juga meminta pihak Marinir untuk bertanggung jawab terhadap operasi pemasangan pen yang dibutuhkan anaknya. Sebab, peluru nyasar itu sempat berada di tulang jari tengah tangan kiri Darrell.
Selain itu, Dewi menegaskan bahwa TNI harus bertanggung jawab sampai proses penyembuhan Darrell, baik luka secara fisik maupun psikologis.
Pasalnya, dia mengungkapkan bahwa Darrel mengalami trauma berat akibat kejadian ini.
Lebih lanjut, Dewi juga meminta agar Kesatuan Marinir bertanggung jawab jika timbul rasa sakit yang dialami anaknya akibat peristiwa salah tembak ini.
Dewi menjelaskan Reinhart memiliki keinginan untuk menjadi polisi. Dia berharap keinginan itu bisa dipermudah.
Berita Terkait
-
Ibu Korban Peluru Nyasar Ungkap Klausul Tuntutan kepada Marinir
-
Peluru Nyasar ke Sekolah di Gresik, Ibu Korban Diminta Tutup Mulut dan Operasi Anak Sempat Tertunda
-
Gagal 2 Kali Mediasi, Ibu Korban Peluru Nyasar Berikan Somasi Hingga Lapor Pomal Kodaeral
-
Timur Tengah Bergejolak, Petrokimia Gresik Bicara Nasib Soal Pasokan Sulfur
-
BRI Dorong UMKM Desa Hendrosari Lewat Program Desa BRILiaN dan Wisata Lontar Sewu
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Gus Ipul Ingatkan Pegawai Kemensos: Korupsi Besar Berawal dari 'Ah, Ini Biasa'
-
Senin Pagi di Jakarta Timur: Macet Parah Usai Libur Panjang, Kendaraan Cuma Melaju 10 Km/Jam
-
Sadis! Cuma Nunggak Rp3,3 Juta, Pemuda di Cakung Disekap dan Disiksa di Showroom Motor
-
Drone Hantam Pembangkit Nuklir UEA, Trump Ancam Iran: Waktu Kalian Hampir Habis
-
Kronologis Dua Pesawat Tempur Amerika Serikat Tabrakan di Udara
-
Dijerat Pasal Berlapis, Feri Penyekap dan Pemerkosa Mahasiswi di Makassar Terancam 12 Tahun Penjara!
-
Gagal Edar di Jakarta! Polda Metro Sikat 32 Kg Sabu 'Kiriman' Malaysia di Apartemen Sayana Bekasi
-
Jambret WNA Coreng Jakarta Kota Teraman ke-2 ASEAN, Gubernur Pramono: Hukum Seberat-beratnya!
-
Resmikan Kelenteng Tian Fu Gong di PIK, Pramono Anung Singgung Dewa Jodoh hingga Edukasi Budaya
-
Kecelakaan Jet Tempur AS, Dua E/A-18G Growler Tabrakan di Gunfighters Air Show