News / Internasional
Kamis, 02 April 2026 | 17:21 WIB
Ilustrasi Masjid Al-Aqsa (Unsplash)
Baca 10 detik
  • Blokade Masjid Al-Aqsa oleh Israel kini telah berlangsung selama 34 hari berturut-turut.

  • Penutupan akses ibadah dilakukan dengan alasan keamanan terkait konflik militer melawan Iran.

  • Warga Palestina menyerukan aksi massa guna menembus pengepungan militer di sekitar Yerusalem.

Suara.com - Akses menuju kompleks suci Masjid Al-Aqsa bagi umat Muslim kini masih terputus total.

Pembatasan ketat yang dilakukan oleh otoritas Zionis Israel ini telah berlangsung selama 34 hari.

Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda pelonggaran blokade di kawasan tempat ibadah tersebut.

Kebijakan drastis ini melarang seluruh jamaah untuk memasuki area masjid demi alasan proteksi.

Pemerintah setempat mengklaim langkah ini adalah bagian dari prosedur darurat yang sangat krusial.

Pihak Zionis berdalih bahwa penutupan dilakukan untuk stabilitas keamanan di tengah situasi perang.

Mereka menghubungkan kebijakan ini dengan keterlibatan Amerika Serikat dan Israel dalam konflik melawan Iran.

Kondisi geopolitik yang memanas di kawasan tersebut dijadikan dasar utama untuk menutup gerbang masjid.

Selain penutupan masjid, aktivitas militer di sekitar kota suci Yerusalem juga mengalami peningkatan signifikan.

Baca Juga: Data Lapangan Bongkar Klaim Bohong Trump, Iran Masih Kuat: Kirim 6.770 Rudal ke Israel-Sekutu AS

Pasukan keamanan mulai mempersempit ruang gerak warga dengan penjagaan yang sangat ketat.

Pintu masuk di kota-kota Palestina di wilayah Tepi Barat kini dipenuhi oleh barikade militer.

Langkah ini diambil guna memastikan tidak ada pergerakan massa yang dianggap mengancam otoritas.

Pemeriksaan dokumen dan fisik dilakukan secara intensif pada setiap titik perbatasan kota tersebut.

Warga lokal merasa ruang gerak mereka semakin terbatas akibat pengamanan yang berlebihan ini.

Kondisi di lapangan menunjukkan eskalasi ketegangan antara penduduk sipil dan aparat keamanan.

Load More