News / Internasional
Jum'at, 03 April 2026 | 17:33 WIB
Penampakan jembatan B1 di Iran, jembatan paling prestisius hancur diserang AS. (bidik layar video X)
Baca 10 detik
  • Militer Amerika Serikat menyerang dan menghancurkan jembatan utama di Karaj, Iran, melalui operasi udara pada 2 April 2026.
  • Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, mengecam serangan tersebut sebagai tindakan tidak bermoral yang merusak reputasi Amerika Serikat.
  • Serangan ini memicu eskalasi konflik berkelanjutan pasca pembunuhan Ali Khamenei, yang dibalas Iran dengan peluncuran rudal serta drone.

Laporan teknis menunjukkan bahwa bagian tengah jembatan B1 dihantam sebanyak dua kali oleh amunisi udara.

Foto-foto satelit dan dokumentasi lapangan pasca-kejadian memperlihatkan celah besar pada bagian inti jembatan, yang secara otomatis memutus salah satu urat nadi transportasi utama di negara tersebut.

Ketegangan bersenjata ini merupakan kelanjutan dari kampanye militer besar-besaran yang diluncurkan oleh Amerika Serikat dan rezim Israel terhadap Iran.

Eskalasi ini dipicu oleh peristiwa pembunuhan Pemimpin Revolusi Islam, Ali Khamenei, yang terjadi pada 28 Februari.

Dalam peristiwa tersebut, sejumlah komandan militer senior serta warga sipil Iran juga dilaporkan menjadi korban jiwa.

Operasi militer yang dijalankan Amerika Serikat melibatkan serangan udara luas yang tidak hanya menyasar instalasi militer, tetapi juga lokasi-lokasi sipil di berbagai penjuru Iran.

Serangan sistematis ini telah menyebabkan jatuhnya banyak korban jiwa di pihak warga sipil serta kerusakan masif pada berbagai infrastruktur vital nasional.

Menanggapi agresi tersebut, Angkatan Bersenjata Iran telah meluncurkan operasi balasan yang terorganisir.

Teheran mengerahkan gelombang rudal dan drone tempur untuk menargetkan posisi-posisi strategis Amerika Serikat dan Israel, baik yang berada di wilayah pendudukan maupun pangkalan militer regional di sekitar Timur Tengah.

Baca Juga: Klaim Trump Terbantahkan, Intelijen AS Ungkap Iran Masih Simpan 50 Persen Rudal dan Ribuan Drone

Load More