- Ignatius Kardinal Suharyo di Jakarta mengutuk konflik Timur Tengah sebagai pelanggaran hukum internasional yang merusak kemanusiaan.
- Kardinal Suharyo menegaskan Gereja Katolik menggunakan keteguhan moral sebagai landasan utama dalam menyuarakan perdamaian dunia bagi umat.
- Konsep ekologi integral diperkenalkan sebagai solusi moral untuk mengatasi keserakahan manusia yang menyebabkan kerusakan lingkungan hidup global.
Suara.com - Uskup Keuskupan Agung Jakarta, Ignatius Kardinal Suharyo, memberikan pernyataan tegas terkait situasi konflik yang tengah bergejolak di Timur Tengah serta pentingnya kesadaran lingkungan dalam kerangka iman.
Ia menekankan bahwa Gereja Katolik berdiri teguh pada nilai-nilai perdamaian dan keadilan moral.
Terkait konflik di Timur Tengah yang telah memakan banyak korban, termasuk prajurit TNI, Kardinal Suharyo menyatakan bahwa posisi Gereja Katolik sangat jelas dalam mengutuk peperangan.
Ia merujuk pada sikap pimpinan tertinggi Gereja Katolik, Paus Leo, yang terus mengupayakan perdamaian meski tanpa kekuatan militer.
“Paus itu kan tidak mempunyai angkatan bersenjata tidak mempunyai persenjataan apapun yang beliau punya, yang gereja punya adalah keteguhan moral sebagai implikasi dari iman,” ujar Kardinal Suharyo di Keuskupan Agung Jakarta, Minggu (5/4/2026).
Ia menambahkan bahwa perang yang terjadi saat ini bukan hanya masalah politik, melainkan pelanggaran serius terhadap kemanusiaan dan hukum global.
“Kita semua tahu kali ini perang yang berlangsung sekarang ini dengan segala macam hal yang mengerikan itu adalah pelanggaran terhadap hukum internasional pelanggaran terhadap deklarasi PPB jadi buahnya apa? buahnya atau tidak ada, buahnya yang ada adalah akibat yang sangat buruk bukan hanya bagi dunia, bagi bumi tetapi bagi umat manusia,” tegasnya.
Bahkan, Kardinal Suharyo mengutip pesan terhadap para pemimpin dunia yang memilih jalan kekerasan.
“Doa para pemimpin yang memaklumkan perang tidak akan didengarkan oleh Tuhan,” tuturnya mengutip dari perkataan Paus Leo.
Baca Juga: Pesan Paskah 2026: Kardinal Suharyo Ajak Umat Keluar dari Kegelapan dan Tetap Menyala dalam Kasih
Ekologi Integral: Melawan Keserakahan
Selain masalah perdamaian, Kardinal Suharyo juga menyoroti isu lingkungan dan penghematan energi yang kini menjadi perhatian global.
Menurutnya, upaya menjaga bumi tidak boleh hanya dilihat sebagai masalah teknis seperti pemilahan sampah atau penghematan listrik, melainkan harus menyentuh akar permasalahan yaitu moral dan keserakahan.
Ia memperkenalkan konsep 'Ekologi Integral' sebagai solusi atas kerusakan ekosistem dunia.
“Ekologi integral itu bukan sekedar masalah listrik, udara, sampah pohon, bukan hanya itu ekologi integral itu adalah ekosistem dunia kalau orang serakah ya namanya saja tidak bagus apakah dia akan memperhatikan saudara-saudaranya yang kekurangan?” ujarnya.
Kardinal Suharyo menyayangkan jika upaya masyarakat kecil dalam menjaga lingkungan justru dirusak oleh keserakahan pihak-pihak besar. Ia menekankan bahwa selama keserakahan masih kuat dan didukung oleh persenjataan, maka keadaban manusia terancam punah.
Berita Terkait
-
Makna Paskah dalam Kehidupan: Lebih dari Sekadar Perayaan
-
50 Kata-Kata Paskah yang Menyentuh Hati, Cocok untuk Caption, Ucapan, dan Renungan
-
Pesan Paskah 2026: Kardinal Suharyo Ajak Umat Keluar dari Kegelapan dan Tetap Menyala dalam Kasih
-
Padati Gereja Katedral, 2.500 Umat dan Tokoh Nasional Khidmat Ikuti Misa Pontifikal Paskah
-
8 Promo Makanan Spesial Hari Paskah 2026, dari Ramen hingga All You Can Eat
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
Pilihan
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
Terkini
-
Polda Riau Bongkar Mafia Solar Subsidi di Pelalawan dan Inhil, Hak Rakyat Kecil Terselamatkan
-
Di momen Ramadhan, Jusuf Kalla mengadakan sejumlah pertemuan dengan beberapa pihak
-
Siasat Cegah Defisit, JK Sarankan Pemerintah Evaluasi Anggaran dan Kurangi Subsidi
-
Jusuf Kalla Bantah Tuduhan Danai Isu Ijazah Jokowi
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Tiga Prajurit Gugur di Lebanon, KSAD: Mereka Putra Terbaik Bangsa
-
Prabowo Berduka 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Kecam Keras Serangan terhadap Pasukan Perdamaian
-
Prajurit TNI Diserang Israel, Pakar HI Bongkar Pelanggaran Serius Pasukan Zionis
-
BRIN Bongkar Misteri Benda Langit di Lampung, Ternyata Sampah Roket China CZ-3B yang Jatuh
-
Pilot F-15 Hilang, AS Putus Asa Hingga Tembaki Wilayah Iran Saat Operasi Penyelamatan