Iran tembak jatuh dua helikopter Black Hawk dan satu pesawat C-130 Amerika Serikat.
Militer Teheran klaim operasi penyelamatan pilot F-15 yang dilakukan Amerika berakhir dengan kegagalan.
Sebanyak lima orang dilaporkan tewas dalam insiden penghancuran pesawat di wilayah Isfahan.
Suara.com - Ketegangan bersenjata antara Teheran dan Washington mencapai titik didih baru setelah insiden penghancuran armada udara.
Militer Iran secara resmi mengumumkan keberhasilan mereka dalam menjatuhkan tiga unit pesawat militer milik Amerika Serikat.
Insiden dramatis ini terjadi di tengah upaya intensif pasukan AS mencari awak jet tempur F-15 yang jatuh sebelumnya.
Markas Komando Pusat Militer Iran Khatam Al Anbiya mengonfirmasi identitas kendaraan udara yang berhasil dirontokkan tersebut.
Dua unit helikopter jenis Black Hawk dan satu pesawat angkut raksasa C-130 dilaporkan hancur menjadi puing.
Penembakan Pesawat Militer Amerika Serikat
Kejadian ini berlokasi di wilayah strategis bagian selatan Isfahan yang menjadi titik fokus ketegangan kedua negara.
"Pesawat-pesawat musuh yang menyusup di wilayah selatan Isfahan, termasuk dua helikopter Black Hawk dan satu pesawat angkut militer C-130, telah dihantam dan kini terbakar," kata Khatam Al Anbiya melalui pernyataan seperti dikutip AFP, Minggu (5/4).
Pernyataan resmi ini menandakan perlawanan sengit yang diberikan oleh unit pertahanan udara milik Republik Islam Iran.
Baca Juga: Ribuan Massa Kepung Kedubes AS, Beri Penghormatan untuk 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
Asap tebal dilaporkan masih membumbung dari lokasi reruntuhan pesawat yang kini tersebar di area gurun yang gersang.
Aksi militer ini merupakan respon langsung terhadap pergerakan udara Amerika yang dianggap telah melanggar batas kedaulatan wilayah.
Kegagalan Operasi Penyelamatan Pilot F-15
Persaingan antara kedua belah pihak dalam menemukan pilot jet tempur F-15E sebenarnya sudah berlangsung sejak Jumat lalu.
Meski situasi di lapangan terlihat kacau, Presiden Donald Trump memberikan pernyataan yang sangat kontradiktif dari Washington.
Pemimpin Amerika tersebut mengeklaim bahwa proses evakuasi pilot telah membuahkan hasil dan personelnya dalam kondisi aman.
Berita Terkait
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Bukan Kurang Bagus, Cak Imin: Brand Lokal Sulit Mendunia karena Pintu Tertutup
-
Gagal Kabur! Polisi Sikat 4 Remaja Pembawa Celurit Saat Bubarkan Tawuran di Cengkareng
-
Spesifikasi Pesawat Sukhoi Su-35 Milik Iran yang Disiapkan Oleh Rusia
-
Gunung Anak Krakatau Siaga, Badan Geologi: Isu Tsunami Hoaks, Warga Banten-Lampung Harap Tenang
-
LPDP Tambah 14 Kampus Top Dunia Khusus STEM, Ada NUS Hingga UCLA!
-
Jangan Tertipu! Video Erupsi Anak Krakatau Itu Hoaks, Ini Radius Bahaya yang Sebenarnya
-
Teror Drone Granat Sasar Pengacara di Tangsel, Pelaku Beri Pesan: Ini Baru Permulaan!
-
'Emang Kenapa Kalo Gue Tampol?' Identitas Pria Arogan di Jagakarsa Terkuak, Polisi Buru Pelaku
-
Sengketa Lahan Berujung Teror! Rumah Advokat Sulardi Dilempar Molotov, Pelaku Terekam CCTV
-
Menteri PPPA Sentil Lagu Om Zein: Pengalaman Biologis Perempuan Bukan Bahan Candaan!