-
Gedung Putih membantah keras kabar hoaks Donald Trump masuk rumah sakit saat Paskah.
-
Isu kesehatan muncul akibat luka lebam dan absennya agenda publik sang presiden.
-
Steven Cheung menegaskan Presiden Trump tetap bekerja keras di Ruang Oval pekan ini.
"Kaum liberal yang tidak rasional menciptakan teori konspirasi yang tidak masuk akal setiap kali @POTUS tidak berbicara kepada pers selama 12 jam. (Mereka tidak mengatakan apa pun ketika Biden secara rutin tidak berbicara kepada pers selama 12 hari)," demikian bunyi pernyataan Gedung Putih, dikutip PEOPLE.
Pernyataan tegas tersebut ditujukan untuk meredam kegelisahan pendukung sekaligus membungkam kritik dari lawan politik.
Tim sukses menekankan bahwa absennya suara presiden di depan publik bukan berarti sedang sakit.
Mereka menjamin bahwa kondisi kesehatan pemimpin tertinggi Amerika Serikat tersebut dalam keadaan yang baik.
"Jangan khawatir! Presiden Trump secara harfiah tidak pernah berhenti bekerja," tambahnya.
Juru bicara resmi kemudian mengarahkan permintaan konfirmasi media kepada unggahan milik Direktur Komunikasi pemerintah.
Steven Cheung sebagai pemegang kendali komunikasi memberikan pembelaan melalui platform media sosial miliknya secara terbuka.
Cheung menampik kabar bahwa sang presiden sedang beristirahat apalagi menjalani perawatan di rumah sakit.
Ia bahkan melontarkan pujian mengenai etos kerja yang ditunjukkan oleh sang presiden selama masa libur.
Baca Juga: Menlu Iran: Amerika Lakukan Kejahatan Perang!
Pernyataan ini dimaksudkan untuk memberikan kepastian bahwa aktivitas kenegaraan tetap berjalan seperti biasanya.
Menurutnya, Presiden tetap menjalankan tugas-tugas penting negara meskipun masyarakat sedang menikmati waktu libur bersama keluarga.
Segala spekulasi mengenai rawat inap di Bethesda dianggap sebagai upaya disinformasi untuk menjatuhkan citra presiden.
Narasi mengenai dedikasi tanpa henti ini menjadi senjata utama untuk menangkis isu kelemahan fisik.
Cheung menutup pernyataannya dengan memberikan doa dan harapan baik bagi sang pemimpin negara tersebut.
Hingga saat ini, aktivitas kepresidenan diklaim tetap berjalan normal tanpa gangguan kesehatan sedikitpun.
Rumor kesehatan ini pun akhirnya mereda seiring dengan penjelasan resmi yang dikeluarkan pihak istana.
Pemerintah berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh berita yang belum jelas sumber kebenarannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Ramalan Zodiak 20 Agustus 2026: Zodiak Mana yang Paling Mujur Urusan Cinta Hari Ini?
-
20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
-
3 Manfaat Tranexamic Acid untuk Melasma dan Flek Hitam, Benar Efektif?
-
Prakiraan Cuaca Hari Ini: Pekanbaru Kabut Asap, Wilayah Lain Didominasi Berawan
-
Potong Jalur Birokrasi: Bandar Lampung Minta Dana Pajak Rokok Tak Lagi Mampir di Provinsi
-
Aksi Berani Bocah Madiun Pasang Badan Selamatkan Ibu dari Tikaman Ayah
-
4 Serum Korea yang Ampuh Atasi Pori Besar, Kulit Kendur, dan Kontrol Minyak
-
Info Cuaca Kamis: Langit Indonesia Didominasi Awan Tebal, Waspada Dampak Bibit Siklon 95W
-
Purbaya Jamin Tambah Anggaran Korban Bencana Gempa NTT, Tinggal Tunggu Arahan Prabowo
-
Karhutla Riau Makin Meluas, Ratusan Hektare Lahan Terbakar