-
Militer Israel menyerang warga sipil di sekitar Stadion Yarmouk Gaza yang menewaskan satu orang.
-
Seorang pemuda disabilitas tewas ditembak pasukan Israel di wilayah Lemon Tree dekat Khan Younis.
-
Total korban tewas warga Palestina sejak Oktober 2023 kini mencapai sedikitnya 72.292 jiwa.
Rentetan aksi kekerasan ini secara otomatis memperpanjang daftar hitam jumlah kematian sejak masa gencatan senjata berakhir.
Pihak otoritas kesehatan setempat mencatat bahwa tekanan militer ini telah merenggut nyawa banyak orang dalam waktu singkat.
Tercatat sedikitnya 716 orang telah dinyatakan meninggal dunia hanya dalam periode singkat setelah bulan Oktober tahun lalu.
Angka-angka ini menjadi bukti nyata bahwa perlindungan terhadap warga sipil di zona konflik masih sangat minim.
Masyarakat internasional terus mendesak agar ada tindakan konkret untuk menghentikan pertumpahan darah yang tidak berkesudahan ini.
Jika ditarik garis waktu sejak awal operasi militer besar-besaran pada Oktober 2023 angka kematian sangat mengerikan.
Laporan terkini menyebutkan bahwa total warga Palestina yang tewas sudah menyentuh angka sedikitnya 72.292 orang jiwa.
Jumlah ini mencakup anak-anak perempuan hingga lansia yang terjebak di tengah sengketa bersenjata yang berkepanjangan ini.
Krisis kemanusiaan di Gaza kini mencapai titik nadir di mana bantuan medis dan logistik semakin sulit didapatkan.
Baca Juga: Ngomong Kotor dan Puji Allah saat Ancam Iran, Trump Dinilai Makin Frustrasi
Risiko kematian akibat kelaparan dan penyakit kini membayangi warga yang selamat dari ledakan bom militer Israel.
Dunia internasional sebenarnya telah memberikan tekanan besar kepada pihak-pihak terkait untuk segera mengakhiri kekerasan bersenjata ini.
Namun fakta di lapangan berbicara lain karena serangan udara dan darat masih menjadi pemandangan harian bagi warga.
Ketegangan antara Iran dan sekutunya dengan Israel dikhawatirkan akan semakin memperburuk nasib warga di dalam Gaza.
Tanpa adanya solusi diplomatik yang kuat warga sipil Palestina akan terus menjadi pihak yang paling menderita.
Hingga saat ini belum ada tanda-tanda bahwa eskalasi militer di wilayah pesisir tersebut akan segera mereda sepenuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 6 Sunscreen Moisturizer Terbaik untuk Anti Aging, Kulit Kencang dan Bebas Kerutan
Pilihan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
Terkini
-
KNKT Ungkap Jeda Kecelakaan Maut KRL dan Argo Bromo di Bekasi Timur Hanya 3 Menit 43 Detik
-
Eks Dirjen PHU Diperiksa, KPK Usut Pertemuan dengan Yaqut Terkait Kuota Haji
-
Puluhan Rumah di Bogor Terdampak Kebocoran Bahan Baku Semen seperti 'Hujan Abu'
-
Dirut Terra Drone Divonis 1 Tahun 4 Bulan Penjara dalam Kasus Kebakaran Tewaskan 22 Orang
-
Komisi V DPR RI Sentil Kemenhub Soal Tabrakan Kereta Bekasi: Jangan Bohong, Ini Urusan Nyawa!
-
Tiga Pendaki Tewas di Erupsi Dukono, Polisi Tetapkan Penyelenggara Open Trip Jadi Tersangka!
-
Dear BGN, IDAI Khawatir Kebijakan Susu Formula di MBG Bikin Ibu Berhenti Menyusui
-
ShopeePay Hadirkan "Pasti Gratis", Transfer ke Semua Bank dan E-Wallet Tanpa Biaya Admin
-
Jejak Kriminal Teror Pocong: Mengapa Modus Mistis Masih Bertahan di Era Digital?
-
Spanduk 'Surat Permohonan Maaf' soal Prabowo-Gibran Terpasang di Gerbang UGM, Kampus Beri Respons