- TNI AD membantah adanya bentrokan dalam penertiban 15 rumah dinas eks Zikon 15 di Lenteng Agung pada April 2026.
- Lahan tersebut diklaim aset resmi bersertifikat Hak Pakai milik TNI AD yang ditujukan bagi kebutuhan prajurit aktif.
- Proses penertiban juga diklaim dilakukan sesuai prosedur hukum setelah melewati tahapan sosialisasi serta pemberian surat peringatan sejak tahun 2024.
Suara.com - TNI Angkatan Darat membantah keras narasi yang menyebut adanya bentrokan atau sengketa lahan dalam peristiwa pembongkaran bangunan di Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen Donny Pramono menegaskan, kegiatan yang terjadi pada Senin, 6 April 2026 kemarin, merupakan penertiban rumah dinas milik TNI AD, bukan penggusuran liar.
“Perlu kami luruskan bahwa apa yang terjadi di daerah Lenteng Agung bukanlah bentrokan maupun sengketa lahan, melainkan penertiban dan pembongkaran 15 unit rumah dinas eks Zikon 15,” ujar Donny kepada wartawan, Selasa (7/4/2026).
Donny menjelaskan, lahan yang ditertibkan merupakan bagian dari aset resmi TNI AD yang dikelola Pusziad dengan luas total 44.841 meter persegi dan telah memiliki sertifikat Hak Pakai sejak 2016.
Adapun area yang dibongkar kali ini mencakup 15.250 meter persegi yang selama ini difungsikan sebagai rumah dinas prajurit aktif.
“Lahan tersebut merupakan bagian dari aset Satuan Denzijihandak/SDS Pusziad dan telah bersertifikat Hak Pakai dengan Nomor 00184 Tahun 2016,” jelasnya.
Ia juga menegaskan, rumah dinas tersebut berstatus Rumah Negara Golongan II yang hanya diperuntukkan bagi anggota TNI aktif dan wajib dikembalikan ketika tidak lagi berhak menempati.
Penertiban untuk Kebutuhan Prajurit Aktif
Menurut Donny, penertiban dilakukan seiring pengembangan satuan dari Kizijihandak menjadi Denzijihandak yang berdampak pada peningkatan jumlah personel.
Baca Juga: Bukan Makar, Saiful Mujani Jelaskan Maksud Pernyataan 'Turunkan Prabowo'
Kondisi itu membuat kebutuhan rumah dinas dan fasilitas pendukung bagi prajurit aktif semakin mendesak.
Donny juga mengklaim bahwa penertiban tidak dilakukan secara tiba-tiba. Proses sosialisasi dan peringatan telah berjalan sejak pertengahan 2024.
“Kegiatan sosialisasi yang dimulai sejak Juli dan Agustus 2024. Setelah itu diberikan Surat Peringatan I, II, dan III,” katanya.
Ia menambahkan, pembongkaran hanya dilakukan terhadap unit yang sudah kosong dan tidak lagi dialiri listrik sejak awal 2026.
Sehingga Donny memastikan seluruh proses dilakukan sesuai prosedur hukum dan standar operasional, serta didampingi aparat kepolisian setempat.
“Dengan demikian, tidak benar apabila peristiwa tadi pagi disebut sebagai perebutan atau sengketa lahan,” ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
3 Fakta Bomber Anyar Persija Alexander Jeremejeff, Eks Tandem Viktor Gyokeres
-
wondrX 2026 Jadi Pre-Event Danantara Housing Expo, BNI Perluas Akses Pembiayaan Hunian
-
Fenomena Lifestyle Inflation: Saat Pendapatan Bertambah Tapi Dompet Tetap Menjerit
-
Empat Orang Tewas, Polisi Selidiki Kecelakaan Beruntun di Puncak-Cipanas
-
Tembus Rp103,81 Triliun, Ekonom Puji Konsistensi BRI Salurkan KUR Tepat Sasaran
-
Di Antara Pelarian, Prasangka, dan Cinta dalam Novel Honor Bound
-
Mas Botok Pati di DPR: Kami Tak Suka Anarkis, Datang ke Jakarta Tuntut RUU Perampasan Aset Disahkan!
-
Polisi Telusuri Aliran Dana Bisnis Benih Lobster Ilegal di Garut, 3 Orang Jadi Tersangka
-
Poin Penting Instruksi Tegas Prabowo Tangani Karhutla Kalbar, 1.500 Personel TNI Dikerahkan
-
Kaspersky Blokir 250 Ribu Serangan Ransomware di Asia Pasifik, AI Bikin Ancaman Makin Adaptif