- Mahasiswa dari Kolektif Merpati mendirikan tenda di depan kantor Komnas HAM Jakarta sejak Senin, 6 April 2026.
- Aksi tersebut merupakan protes terhadap lambannya penanganan kasus percobaan pembunuhan aktivis Kontras bernama Andrie Yunus.
- Mahasiswa menuntut kasus diadili di peradilan umum serta mendesak pembentukan tim pencari fakta independen untuk transparansi.
Aksi ini mengusung tema “Tenda untuk Andrie, Tandu untuk Demokrasi”, yang disebut sebagai refleksi atas kondisi demokrasi saat ini.
Rauf menilai terdapat kecenderungan menguatnya peran militer di ranah sipil, yang dinilai mempersempit ruang dialog publik.
“Kita melihat demokrasi itu sedang mengalami krisis di tengah narasi tunggal yang dijalankan oleh Presiden, oleh Prabowo itu sendiri. Di mana militer masuk di ranah-ranah sipil sehingga tidak ada lagi ruang untuk dialog, tidak ada lagi ruang untuk berkumpul dan menyatakan pendapat yang berbeda daripada narasi yang tunggal yang dibuat oleh pemerintah,” tegasnya.
Empat Tuntutan Mahasiswa
Dalam pernyataan sikapnya, Kolektif Merpati menyampaikan empat tuntutan utama:
- Mendesak pembentukan Tim Pencari Fakta Independen yang melibatkan masyarakat sipil untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas.
- Mendorong agar kasus diadili di peradilan umum (sipil), bukan militer.
- Mendesak DPR RI mempercepat pembahasan regulasi perlindungan pembela HAM.
- Menuntut audit menyeluruh terhadap BAIS TNI untuk mencegah penyalahgunaan kewenangan.
Aksi ini melibatkan berbagai aliansi mahasiswa dari sejumlah kampus, di antaranya Universitas Trisakti, Universitas Nasional, STF Driyarkara, STFT Jakarta, Unika Atma Jaya, Universitas Negeri Jakarta, Unindra, STH Indonesia Jentera, UNNES, UIN Syarif Hidayatullah, UNU Indonesia, Universitas Budi Luhur, IPB, serta organisasi GMNI dan Front Mahasiswa Nasional (FMN).
Reporter: Tsabita Aulia
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik
-
BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tak Saling Salahkan soal Asap Karhutla
-
Ratu Tisha: Sepak Bola dan Pendidikan Dapat Berjalan Beriringan
-
1.923 Titik Panas Terdeteksi di Papua Tengah, Nabire Terbanyak
-
DPR Respons Wacana Pengalihan Utang Whoosh ke Kemenkeu
-
Zulhas: Anggota Dewan Hingga Menteri PAN Wajib Potong Gaji Sebulan Demi Rakyat NTT
-
Misbakhun Tegaskan SOKSI Siap Jadi Pendulang Suara Golkar di Pemilu Mendatang
-
Viral Pemblokiran Rekening Warga di Bank Mandiri, Bagaimana Regulasinya?
-
Prabowo Copot M Nasir dari Sekda Aceh, Pemprov: Tak Ada Masalah Apa-apa