News / Nasional
Selasa, 07 April 2026 | 16:08 WIB
Mahasiswa Dirikan Tenda di Komnas HAM, Soroti Lambannya Kasus Andrie Yunus. (Suara.com/Tsabita Aulia)
Baca 10 detik
  • Mahasiswa dari Kolektif Merpati mendirikan tenda di depan kantor Komnas HAM Jakarta sejak Senin, 6 April 2026.
  • Aksi tersebut merupakan protes terhadap lambannya penanganan kasus percobaan pembunuhan aktivis Kontras bernama Andrie Yunus.
  • Mahasiswa menuntut kasus diadili di peradilan umum serta mendesak pembentukan tim pencari fakta independen untuk transparansi.

Aksi ini mengusung tema “Tenda untuk Andrie, Tandu untuk Demokrasi”, yang disebut sebagai refleksi atas kondisi demokrasi saat ini.

Rauf menilai terdapat kecenderungan menguatnya peran militer di ranah sipil, yang dinilai mempersempit ruang dialog publik.

“Kita melihat demokrasi itu sedang mengalami krisis di tengah narasi tunggal yang dijalankan oleh Presiden, oleh Prabowo itu sendiri. Di mana militer masuk di ranah-ranah sipil sehingga tidak ada lagi ruang untuk dialog, tidak ada lagi ruang untuk berkumpul dan menyatakan pendapat yang berbeda daripada narasi yang tunggal yang dibuat oleh pemerintah,” tegasnya.

Empat Tuntutan Mahasiswa

Dalam pernyataan sikapnya, Kolektif Merpati menyampaikan empat tuntutan utama:

  1. Mendesak pembentukan Tim Pencari Fakta Independen yang melibatkan masyarakat sipil untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas.
  2. Mendorong agar kasus diadili di peradilan umum (sipil), bukan militer.
  3. Mendesak DPR RI mempercepat pembahasan regulasi perlindungan pembela HAM.
  4. Menuntut audit menyeluruh terhadap BAIS TNI untuk mencegah penyalahgunaan kewenangan.

Aksi ini melibatkan berbagai aliansi mahasiswa dari sejumlah kampus, di antaranya Universitas Trisakti, Universitas Nasional, STF Driyarkara, STFT Jakarta, Unika Atma Jaya, Universitas Negeri Jakarta, Unindra, STH Indonesia Jentera, UNNES, UIN Syarif Hidayatullah, UNU Indonesia, Universitas Budi Luhur, IPB, serta organisasi GMNI dan Front Mahasiswa Nasional (FMN).

Reporter: Tsabita Aulia
 
 
 

Load More