- Nelayan menemukan benda diduga kapal selam tanpa awak di perairan Selat Utara Gili Trawangan, Lombok Utara, Senin (6/4).
- TNI AL sedang melakukan identifikasi teknis mendalam terhadap perangkat tersebut untuk mengungkap asal-usul, fungsi, dan data di dalamnya.
- Obyek temuan kini diamankan di Lanal Mataram guna memastikan prosedur investigasi berjalan sesuai standar keamanan wilayah laut Indonesia.
Suara.com - Temuan benda mencurigakan di perairan Lombok Utara memicu langkah cepat investigasi oleh TNI Angkatan Laut. Perangkat yang diduga sebagai kapal selam tanpa awak itu kini tengah diteliti untuk mengungkap asal-usul dan tujuannya, di tengah spekulasi yang beredar di publik.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana TNI Tunggul, menegaskan bahwa pemeriksaan teknis sedang dipercepat guna memastikan identitas perangkat tersebut.
"TNI AL melalui tim ahli dari satuan TNI AL terkait secepatnya akan melakukan pemeriksaan mendalam (identifikasi teknis) terhadap perangkat tersebut guna mengetahui asal usul, fungsi maupun data-data yang terkandung di dalamnya," kata Tunggul seperti dikutip dari ANTARA di Jakarta, Selasa.
Perangkat tersebut pertama kali ditemukan oleh nelayan yang tengah melaut di kawasan Selat Utara Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, pada Senin (6/4). Menyadari kejanggalan temuan itu, nelayan segera melaporkannya kepada aparat TNI AL terdekat.
Setelah dievakuasi, objek tersebut diamankan di Pos AL Gili Air sebelum akhirnya diserahkan ke Lanal Mataram untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh Polisi Militer setempat.
"Langkah pemasangan police line di sekitar objek tersebut telah dilakukan guna memastikan prosedur investigasi berjalan sesuai dengan standar," jelas Tunggul.
Di tengah proses penyelidikan, muncul kabar yang menyebutkan bahwa perangkat itu merupakan drone pemantau bawah air milik perusahaan swasta asal China. Namun, pihak TNI AL belum mengonfirmasi informasi tersebut.
"TNI AL akan terus berkomitmen penuh untuk menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah laut, kedaulatan NKRI dari segala bentuk aktivitas tanpa izin, termasuk penggunaan perangkat maupun peralatan bawah laut oleh pihak pihak yang tidak berkepentingan di wilayah perairan Indonesia," jelas Tunggul.
Hingga kini, hasil identifikasi masih ditunggu, sementara aparat memastikan seluruh prosedur investigasi berjalan ketat untuk mengantisipasi potensi pelanggaran di wilayah perairan Indonesia.
Baca Juga: Latihan Gabungan, Kapal Selam Rusia hingga Korvet Gromky bersandar di Jakarta
Berita Terkait
-
Latihan Gabungan, Kapal Selam Rusia hingga Korvet Gromky bersandar di Jakarta
-
Film The Hostage's Hero: Aksi Nyata TNI AL Bebaskan Sandera di Selat Malaka
-
Bocor! China Bikin Peta Laut hingga Indonesia untuk Hadapi AS di Perang Dunia III
-
Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas
-
Perantau Bangka Belitung Bahagia Mudik Gratis Pakai Kapal Perang TNI AL
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!
-
Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi
-
Jalan Cinta Amblas Nyaris 90 Derajat, DKI Bongkar Pemicunya: Tanggul Kali Sunter Retak!
-
Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura
-
Jokowi Mau Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', Gerindra: Bagus, Kompetisi Politik Makin Sehat!
-
Bupati Kuansing Diduga Kumpulkan Duit dari 914 Anggota KUD untuk Suap Pelepasan Hutan
-
Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?
-
Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka
-
Kader PSI Kalsel Desak Jokowi Segera Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina, Begini Respons Kaesang
-
Duet 'Indonesia Emas 2045' dan 'India Maju 2047', PM Narendra Modi: Kita Mitra Alami