- Amerika Serikat dan Israel menyerang fasilitas militer di Pulau Kharg, Iran, menjelang berakhirnya ultimatum pembukaan Selat Hormuz.
- Serangan rudal tersebut menargetkan bunker, radar, serta gudang amunisi sebagai respons atas eskalasi konflik di Timur Tengah.
- Tindakan militer ini merupakan serangan kedua dalam sebulan terhadap pusat ekspor minyak vital Iran yang strategis tersebut.
Suara.com - Eskalasi konflik di Timur Tengah kembali meningkat setelah Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama milik Iran.
Serangan ini terjadi hanya beberapa jam sebelum tenggat ultimatum Presiden Donald Trump terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.
Media Iran melaporkan adanya ledakan di sejumlah titik di pulau tersebut akibat serangan rudal yang diluncurkan dari pesawat tempur maupun kapal perang.
Seorang pejabat AS mengonfirmasi bahwa sasaran utama adalah fasilitas militer, seperti bunker, radar, dan gudang amunisi, tanpa melibatkan pasukan darat.
Serangan ini menjadi yang kedua dalam kurun waktu kurang dari satu bulan. Sebelumnya, pada 13 Maret AS telah menggempur lebih dari 90 target militer di lokasi yang sama.
Saat itu, Trump menyebut dirinya memilih 'Tidak menghancurkan infrastruktur minyak' dengan alasan demi kemanusiaan.
Pulau Kharg sendiri menjadi jalur vital karena sekitar 90 persen ekspor minyak mentah Iran melewati kawasan ini, sebagian besar menuju China.
Sebelumnya Donald Trump melontarkan ancaman keras terhadap Iran dengan menyatakan kemungkinan kehancuran total jika tuntutan perang dari Amerika Serikat tidak dipenuhi.
Ia bahkan menyebut skenario ekstrem di mana peradaban Iran bisa lenyap dalam waktu singkat.
Baca Juga: Selat Hormuz Tak Lagi Sama: IRGC Umumkan 'Tatanan Baru' yang Mengancam AS dan Israel
“Seluruh peradaban akan mati malam ini dan tidak akan pernah bisa dihidupkan kembali,” tulis Trump di Truth Social.
“Saya tidak ingin itu terjadi, tetapi mungkin akan terjadi. Siapa tahu?” sambungnya.
Meski tidak merinci maksud pernyataannya, Trump sebelumnya sempat menyinggung opsi militer yang sangat agresif.
Ia menyebut bahwa militer AS memiliki kemampuan untuk menghancurkan jembatan, pembangkit listrik, serta berbagai infrastruktur sipil lainnya di Iran hingga negara tersebut kembali ke zaman batu.
Berita Terkait
-
Donald Trump Ancam Musnahkan Peradaban Iran Malam Ini, Gertak Sambal Lagi?
-
Israel Hancurkan Sinagoge di Teheran, Taurat Bertebaran, Yahudi Iran: Zionis Biadab
-
Kabar Baik dari Iran, Kapal Tanker Indonesia Dapat Kemudahan Lewati Selat Hormuz
-
13 Jam Jelang Dibom AS, Kaum Muda Iran Bikin 'Tameng Manusia' di Pembangkit Listrik
-
Donald Trump Ancam Habisi Iran dalam Satu Malam, Teheran Siapkan Rudal Besar
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!
-
Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi
-
Jalan Cinta Amblas Nyaris 90 Derajat, DKI Bongkar Pemicunya: Tanggul Kali Sunter Retak!
-
Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura
-
Jokowi Mau Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', Gerindra: Bagus, Kompetisi Politik Makin Sehat!
-
Bupati Kuansing Diduga Kumpulkan Duit dari 914 Anggota KUD untuk Suap Pelepasan Hutan
-
Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?
-
Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka
-
Kader PSI Kalsel Desak Jokowi Segera Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina, Begini Respons Kaesang
-
Duet 'Indonesia Emas 2045' dan 'India Maju 2047', PM Narendra Modi: Kita Mitra Alami