- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau pembangunan Sistem Tata Air Rumah Pompa Ancol di Pademangan pada Selasa 7 April 2026.
- Proyek JakTirta ini ditargetkan selesai tahun 2027 untuk memperkuat pertahanan banjir pesisir utara melalui peningkatan kapasitas penyedotan air signifikan.
- Revitalisasi mencakup penambahan kapasitas pompa menjadi 40 meter kubik per detik guna mengurangi durasi genangan saat cuaca ekstrem melanda Jakarta.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, terjun langsung meninjau progres pembangunan Sistem Tata Air Rumah Pompa Ancol di kawasan Pademangan, Jakarta Utara, Selasa (7/4/2026).
Proyek yang merupakan bagian dari JakTirta Project tersebut diharapkan berjalan sesuai proyeksi awal pada 2027, demi memperkuat benteng pertahanan banjir di wilayah pesisir utara Jakarta.
“Kami ingin memastikan pembangunan ini berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Pramono.
Lebih lanjut, Pramono menjelaskan bahwa revitalisasi Rumah Pompa Ancol mencakup transformasi kapasitas yang sangat signifikan dibandingkan kondisi sebelumnya.
Kekuatan penyedotan air di kawasan tersebut kini melonjak drastis dari yang semula hanya 15 meter kubik per detik menjadi 40 meter kubik per detik.
“Penambahan ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan sistem dalam menangani debit air yang tinggi,” jelas Pramono.
Selain mesin pompa, Pemprov DKI Jakarta juga membangun infrastruktur pendukung yang komprehensif, mulai dari galeri, rumah jaga, gardu PLN, hingga kolam olakan yang terintegrasi.
Langkah akselerasi aliran air menuju laut ini diharapkan mampu mereduksi tinggi serta durasi genangan secara efektif saat cuaca ekstrem atau banjir pesisir melanda.
“Kami ingin memastikan kawasan strategis tetap terlindungi dan aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan aman dan nyaman. Ini merupakan komitmen kami dalam menghadirkan solusi berkelanjutan,” tegas Pramono.
Baca Juga: Pramono Desak Polisi Usut Begal Sadis Petugas Damkar di Gambir: Tak Boleh Ada Main Hakim Sendiri!
Tidak hanya mengandalkan pompa stasioner, Pemprov DKI juga memperkuat armada pompa mobile yang tersebar di lima wilayah kota administrasi Jakarta.
Sebagai catatan, sebanyak 29 unit pompa mobile telah dikerahkan pada 2025, dan direncanakan akan bertambah lagi sebanyak 14 unit pada tahun ini.
Meski infrastruktur terus dipercanggih, Pramono tetap memberikan pernyataan yang realistis mengenai tantangan alam yang dihadapi ibu kota.
Ia mewanti-wanti warga pesisir Jakarta untuk senantiasa waspada menghadapi potensi genangan yang timbul saat curah hujan masuk kategori ekstrem.
“Ya kalau curah hujan di atas 200 dan kemudian ada rob, pasti akan ada genangan, ada banjir. Saya menyampaikan apa adanya. Tetapi sekali lagi, dengan persiapan dan pengalaman yang ada, genangan di Jakarta relatif rata-rata antara 3 sampai 5 jam. Begitu juga saat robnya turun, banjirnya teratasi,” pungkas Pramono.
Berita Terkait
-
Pramono Desak Polisi Usut Begal Sadis Petugas Damkar di Gambir: Tak Boleh Ada Main Hakim Sendiri!
-
Penumpang LRT Jabodebek Melonjak 2 Kali Lipat Saat Libur Paskah 2026, Tembus 270 Ribu Orang
-
Prabowo Buka Akses Istana untuk Pelajar, Ada Tur Edukatif hingga Diskusi
-
Ditopang Ekspor Nonmigas, Surplus Perdagangan RI Tembus USD 1,27 Miliar
-
KPK Periksa Istri Ono Surono, Bantah Kenal Bupati Bekasi Nonaktif Ade Kuswara
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal
-
Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla
-
Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman
-
Sinyal Hijau Membawa Petaka? Menelusuri Penyebab Tabrakan Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur
-
Mangkir Dua Kali, Polisi Bakal Jemput Paksa Terduga Pelaku Pemerkosa Siswi SLB Kalideres
-
'Kami Diperlakukan Seperti Hewan!' Kesaksian Relawan Indonesia yang Ditawan Militer Israel
-
Duduk Perkara Kakek Mujiran Dipenjara Gegara Laporan PTPN I, BP BUMN Bereaksi
-
Soroti Rentetan Kasus Kekerasan, Lukman Hakim Saifuddin: Kondisi Saat Ini Sangat Mencemaskan
-
Listrik Sumatra Utara Sudah Pulih 100 Persen, PLN Minta Warga Waspada Hoaks
-
Penuh Haru! 9 WNI Korban Penyekapan Israel Akhirnya Tiba di Indonesia