- Pemerintah Indonesia belum secara resmi membahas wacana pemotongan gaji menteri dalam agenda kebijakan negara hingga saat ini.
- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Menteri Keuangan menegaskan bahwa keputusan akhir mengenai kebijakan gaji bergantung pada Presiden.
- Pemerintah tengah mengkaji efisiensi anggaran kementerian untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global saat ini.
Suara.com - Wacana pemotongan gaji menteri kembali mencuat di tengah upaya efisiensi anggaran negara, namun hingga kini belum masuk dalam pembahasan resmi pemerintah. Sejumlah pejabat menegaskan bahwa usulan tersebut masih sebatas wacana dan belum menjadi agenda kebijakan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa pemerintah belum membahas rencana tersebut, baik terkait gaji maupun tunjangan menteri.
"Belum pernah kita bahas," kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa.
Ia menjelaskan bahwa isu pemotongan gaji sempat muncul dalam diskursus, namun belum masuk dalam agenda resmi pemerintah. "Nanti kita lihat, waktu itu ada pembahasan, tapi kita monitor saja," ujarnya.
Airlangga juga mengarahkan agar pihak yang pertama kali menggulirkan wacana tersebut yang memberikan penjelasan lebih lanjut. "Mungkin yang menyampaikan saja yang waktu itu kan, ditanyakan kepada yang bersangkutan," katanya.
Senada dengan itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada pembahasan terkait pemotongan gaji menteri di internal pemerintah.
"Belum, belum," ujarnya.
Menurut Purbaya, keputusan terkait kebijakan tersebut sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo Subianto. "Dari Pak Presiden nanti, bukan dari saya," kata dia.
Meski demikian, Purbaya mengaku tidak keberatan apabila kebijakan tersebut diterapkan. Ia bahkan membuka kemungkinan adanya pemotongan gaji menteri dengan persentase tertentu.
Baca Juga: Gaji Rp5 Juta Mau Beli Mobil Listrik? Ini 3 Rekomendasi Molis dengan Cicilan Paling Aman
“Kalau (pemotongan gaji) DPR saya enggak tahu. Kalau menteri sih nggak apa-apa, nanti kita lihat kebijakan Presiden seperti apa,” kata Purbaya di kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Senin (6/4/2026).
Ia juga sempat memperkirakan besaran pemotongan gaji yang mungkin diterapkan.
“Kayaknya 25 persen deh,” ujar dia.
Di sisi lain, pemerintah tengah mengkaji langkah efisiensi anggaran secara lebih luas di tengah ketidakpastian ekonomi global. Purbaya menyebutkan bahwa Kementerian Keuangan berencana menetapkan langsung persentase pemotongan anggaran belanja kementerian dan lembaga.
"Saya minta tadinya kementerian untuk memotong sendiri, tapi mereka kalau disuruh gitu nggak mau memotong, dia naikkan semua malah. Kalau bisa saya tentukan, saya potong berapa persen, nanti mereka yang sesuaikan," ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (19/3).
Langkah efisiensi ini akan difokuskan pada program-program yang dinilai tidak memberikan dampak signifikan atau memiliki laju pelaksanaan yang lambat terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Berita Terkait
-
Gaji Rp5 Juta Mau Beli Mobil Listrik? Ini 3 Rekomendasi Molis dengan Cicilan Paling Aman
-
Mendadak Prabowo Panggil Airlangga, Purbaya hingga Dony Oskario ke Istana, Ada Apa?
-
Fantastis! Guru Ini Dapat Gaji Rp60 Juta Per Bulan, Kok Bisa? Begini Cara Legalnya
-
Bak Langit dan Bumi, Ini Perbedaan Gaji Tamtama Polisi Vietnam vs Indonesia
-
Ngebulnya Pasar Rokok Ilegal di RI
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
- 7 Bedak Anti Luntur Kena Keringat saat Cuaca Panas, Makeup Tetap On Seharian
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 4 HP Tahan Air yang Bisa Digunakan saat Berenang, Anti Rusak dan Anti Rewel
Pilihan
-
Resmi! Lurah Kalisari Dinonaktifkan Buntut Skandal Tangani Laporan di JAKI Pakai Foto AI
-
Efek Konflik Global: Plastik Langka, Pedagang Siomay hingga Penjual Jus Tercekik Biaya Produksi
-
Serangan Brutal di Istanbul, 3 Orang Tewas di Dekat Konsulat Israel
-
Piala AFF 2026: Kalahkan Malaysia, Timnas Futsal Indonesia Lolos ke Semifinal
-
Memo Rahasia: Ayatollah Mojtaba Khamenei Kritis, Koma, Dirawat di Qom
Terkini
-
Donald Trump Ancam Musnahkan Peradaban Iran Malam Ini, Gertak Sambal Lagi?
-
Terima Aduan Warga via DM, Legislator Gerindra Soroti Tramadol Bebas Dijual di Pinggir Jalan
-
Pramono Desak Polisi Usut Begal Sadis Petugas Damkar di Gambir: Tak Boleh Ada Main Hakim Sendiri!
-
Rudal Israel Hancurkan Sinagoga di Teheran, Pemerintah Netanyahu: Itu Gak Sengaja
-
Resmi! Lurah Kalisari Dinonaktifkan Buntut Skandal Tangani Laporan di JAKI Pakai Foto AI
-
Penumpang LRT Jabodebek Melonjak 2 Kali Lipat Saat Libur Paskah 2026, Tembus 270 Ribu Orang
-
Polemik Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Pimpinan KPK Belum Dapat Panggilan dari Dewas
-
Ratusan Mahasiswa BEM SI BSJB Geruduk Komnas HAM, Desak Usut Tuntas Kasus Andrie Yunus
-
Anggota DPR Sebut Langkah Kejagung Kasasi Putusan Bebas Delpedro Marhaen Melanggar KUHAP Baru
-
Eks Ketua TGPF Tegaskan Fakta Perkosaan Mei 98 Tak Bisa Disangkal