Militer Amerika Serikat menyerang 50 target militer di Pulau Kharg Iran pada Selasa malam.
Serangan dipicu penolakan Iran untuk membuka Selat Hormuz sesuai ultimatum Presiden Donald Trump.
Iran menolak gencatan senjata dan menuntut kompensasi kerusakan sebelum memulai dialog perdamaian resmi.
Donald Trump secara spesifik meminta agar pemerintah Iran segera membuka kembali akses di Selat Hormuz secara total.
Jika permintaan tersebut tidak dipenuhi, militer AS diperintahkan untuk melakukan penghancuran infrastruktur secara sistematis dan masif.
Profil Strategis Wilayah Pulau Kharg
Secara geografis, Pulau Kharg memiliki karakteristik sebagai daratan karang dengan luas yang setara sepertiga wilayah Manhattan.
Posisinya berada sekitar 25 kilometer dari garis pantai utama Iran dan menjadi pengawal alami di Teluk Persia.
Penduduk setempat sering melabeli lokasi ini sebagai wilayah terlarang karena pengamanan militer yang sangat ketat selama puluhan tahun.
Bagi ekonomi Iran, Pulau Kharg merupakan urat nadi utama yang menopang seluruh pendapatan negara dari sektor energi.
Dokumen sejarah intelijen Amerika Serikat pada tahun 1984 bahkan menyebutkan fasilitas ini sebagai jantung paling vital bagi kesejahteraan Iran.
Penolakan Diplomasi dan Eskalasi Konflik
Baca Juga: Serangan Baru Bombardir Pulau Kharg Saat Donald Trump Ancam Kehancuran Iran
Hingga batas waktu yang ditetapkan berakhir, pihak Teheran tidak menunjukkan niat sedikit pun untuk tunduk pada tekanan Washington.
Iran tetap pada pendiriannya untuk tidak membuka Selat Hormuz sesuai dengan keinginan yang diajukan oleh pemerintahan Trump.
Seiring mendekatnya tenggat waktu, intensitas serangan udara dilaporkan semakin meluas ke berbagai fasilitas publik lainnya di Iran.
Target serangan kini mencakup infrastruktur transportasi seperti jembatan kereta api, jalan raya utama, hingga bandara internasional setempat.
Bahkan pabrik petrokimia dan jaringan transmisi listrik dilaporkan mengalami gangguan serius akibat bombardir yang terus terjadi sepanjang hari.
Syarat Perdamaian dari Pihak Teheran
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Terdakwa Militer Dituntut Ringan, Keluarga Kacab BRI Gugat Pasal Peradilan Koneksitas ke MK
-
Hujan Lebat Disertai Petir Ancam Akhir Pekan Warga Jakarta Selatan dan Timur Jelang Petang
-
Program MBG Serap 1,28 Juta Tenaga Kerja, Ribuan UMKM hingga Peternak Ikut Kecipratan
-
Jateng Genjot Investasi EBT dan Pengelolaan Sampah, Ahmad Luthfi Tawarkan ke Para Pengusaha Tiongkok
-
'Kan Bisa di-Google', Jimly Asshiddiqie Sindir Pansel yang Loloskan Hery Susanto
-
Pansel Dinilai Kecolongan Loloskan Hery Susanto Jadi Ketua Ombudsman
-
Studi Temukan Mikroplastik Menyusup ke Sperma dan Ketuban, Apa Dampaknya?
-
Momen Prabowo Mau Reshuffle Zulhas Gara-Gara Salah Kasih Info Nama Desa, Ternyata Cuma Guyon
-
Hindari Area Kuningan, Dishub DKI Terapkan Buka-Tutup Jalan Hingga 26 Mei 2026
-
Usai 9 WNI Dipulangkan, Wanda Hamidah Serukan Konvoi Lebih Besar ke Palestina