-
Donald Trump sepakati gencatan senjata dua pekan dengan Iran yang mengejutkan pihak pemerintah Israel.
-
Iran bersedia membuka kembali Selat Hormuz setelah AS menerima sepuluh tuntutan syarat perdamaian mereka.
-
Israel berencana melakukan upaya diplomatik rahasia untuk membatalkan kesepakatan damai Amerika Serikat dan Iran.
Para analis meyakini Israel sedang menimbang risiko jika mereka secara sepihak menolak hasil kesepakatan antara AS dan Iran.
Gencatan senjata ini sendiri bisa terwujud setelah Trump setuju menunda operasi militer lanjutan terhadap Negeri Para Mullah tersebut.
Sebagai imbalan atas penundaan serangan, pihak Teheran akhirnya bersedia memberikan konsesi yang sangat krusial bagi dunia.
Iran berkomitmen untuk segera membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz yang sempat terganggu akibat pecahnya perang.
Pembukaan jalur perdagangan energi ini menjadi poin kunci bagi Amerika Serikat untuk meredam krisis ekonomi global yang membayangi.
Proses negosiasi ini membuahkan hasil setelah Donald Trump menerima sepuluh poin tuntutan yang diajukan oleh pihak Teheran.
Pihak Iran langsung mendeklarasikan pencapaian ini sebagai sebuah kemenangan diplomatik besar atas tekanan militer Amerika Serikat.
Di sisi lain, Presiden Donald Trump tidak mau kalah dengan mengeklaim bahwa gencatan senjata ini adalah bagian dari rencananya.
Ia berdalih bahwa misi militer Amerika Serikat di kawasan tersebut sebenarnya sudah mencapai target yang diinginkan sejak awal.
Baca Juga: Trump Terima Proposal Damai 10 Poin Iran Sambil Ancam Gunakan Kekuatan Destruktif Jika Gagal Total
Trump menekankan bahwa perundingan ini adalah jalan keluar paling realistis untuk menciptakan stabilitas jangka panjang di kawasan.
Melalui platform media sosial pribadinya, Trump memberikan penjelasan rinci mengenai dasar pengambilan keputusan yang kontroversial bagi Israel tersebut.
"Ini akan menjadi GENCATAN SENJATA dua arah," tulis Trump di media sosialnya dikutip dari Al Jazeera.
Trump merasa bahwa kehadiran militer Amerika Serikat sudah tidak lagi mendesak karena tujuan-tujuan strategis telah terpenuhi sepenuhnya.
"Alasan kami melakukan ini adalah karena kami telah memenuhi dan melampaui semua tujuan militer, serta sudah sangat dekat dengan kesepakatan definitif terkait perdamaian jangka panjang dengan Iran dan perdamaian di Timur Tengah. Kami telah menerima proposal 10 poin dari Iran, dan menilai itu sebagai dasar yang dapat digunakan untuk bernegotiasi," ujarnya menambahkan.
Israel kini harus berhadapan dengan kenyataan bahwa arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat telah bergeser secara drastis.
Pertaruhan diplomatik di Timur Tengah kini memasuki babak baru yang penuh dengan ketidakpastian bagi aliansi Israel dan Amerika.
Dunia internasional kini menunggu apakah gencatan senjata dua pekan ini akan bertahan atau justru memicu konflik yang lebih luas.
Kekhawatiran akan adanya sabotase terhadap kesepakatan ini tetap tinggi mengingat penolakan keras yang ditunjukkan oleh beberapa faksi di Israel.
Masa depan Selat Hormuz dan stabilitas harga minyak dunia kini bergantung sepenuhnya pada implementasi sepuluh poin kesepakatan tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!
-
Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi
-
Jalan Cinta Amblas Nyaris 90 Derajat, DKI Bongkar Pemicunya: Tanggul Kali Sunter Retak!
-
Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura
-
Jokowi Mau Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', Gerindra: Bagus, Kompetisi Politik Makin Sehat!
-
Bupati Kuansing Diduga Kumpulkan Duit dari 914 Anggota KUD untuk Suap Pelepasan Hutan
-
Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?
-
Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka
-
Kader PSI Kalsel Desak Jokowi Segera Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina, Begini Respons Kaesang
-
Duet 'Indonesia Emas 2045' dan 'India Maju 2047', PM Narendra Modi: Kita Mitra Alami