- Pemerintah Iran menetapkan kewajiban koordinasi militer bagi seluruh kapal yang melintasi Selat Hormuz selama masa gencatan senjata dua pekan.
- Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi menegaskan bahwa Iran tetap memegang kendali operasional atas jalur perdagangan energi global tersebut.
- Dewan Keamanan Nasional Iran mengklaim kemenangan perang dan menuntut pemenuhan rencana sepuluh poin sebagai syarat penghentian konflik permanen.
Suara.com - Pemerintah Iran menegaskan bahwa jalur pelayaran di Selat Hormuz tetap berada di bawah kendali mereka selama periode gencatan senjata dua pekan dengan Amerika Serikat dan Israel.
Setiap kapal yang melintas diwajibkan berkoordinasi dengan angkatan bersenjata Iran.
Pernyataan ini disampaikan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, dalam keterangan resmi yang juga diunggah ulang oleh Presiden AS Donald Trump.
“Selama dua minggu, jalur aman di Selat Hormuz hanya dapat dilakukan melalui koordinasi dengan angkatan bersenjata Iran dan dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis,” ujar Araqchi dalam pernyataannya seperti dilansir dari Tasnim News, Rabu (8/4).
Selat Hormuz merupakan jalur vital perdagangan energi global, sehingga pengaturan akses selama gencatan senjata menjadi perhatian utama.
Iran menegaskan bahwa meski ada jeda konflik, kontrol operasional di kawasan itu tidak akan dilepas.
Dalam penjelasan singkatnya, pemerintah Iran menyebut dua poin utama, pertama, seluruh pelayaran wajib berkoordinasi dengan militer Iran.
Kedua, pelayaran tetap harus memperhatikan batasan teknis yang berlaku di kawasan tersebut.
Sementara itu, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) mengklaim telah meraih kemenangan besar dalam perang melawan AS-Israel.
Baca Juga: Dewan Keamanan Iran: Perang Belum Berakhir, Tangan Kami Tetap di Pelatuk
Dalam pernyataannya, SNSC menegaskan bahwa AS-Israel telah menderita kekalahan telak dan menghancurkan dalam perang yang disebut sebagai aksi ilegal dan kriminal terhadap Iran.
Iran mengklaim berhasil memaksa AS menerima rencana 10 poin yang mencakup jaminan non-agresi, pencabutan seluruh sanksi, hingga pengakuan atas program pengayaan uranium.
Selain itu, Iran juga menuntut penarikan pasukan tempur AS dari kawasan dan kompensasi atas kerugian perang.
“Kami memberi kabar gembira kepada bangsa Iran bahwa hampir seluruh tujuan perang telah tercapai,” bunyi pernyataan SNSC.
SNSC juga menekankan bahwa kemenangan ini belum final dan masih memerlukan konsolidasi melalui jalur diplomatik.
“Musuh telah memohon selama lebih dari sebulan untuk menghentikan serangan, tetapi kami menolak hingga tujuan tercapai,” tulis SNSC.
Berita Terkait
-
Dewan Keamanan Iran: Perang Belum Berakhir, Tangan Kami Tetap di Pelatuk
-
Trump Terima Proposal Damai 10 Poin Iran Sambil Ancam Gunakan Kekuatan Destruktif Jika Gagal Total
-
Pepesan Kosong Ancaman Donald Trump ke Iran: 3 Kali Ultimatum, 3 Kali Ditunda
-
Iran Tegaskan Kekuatan Penuh Jika Amerika Salah Langkah Selama Masa Gencatan Senjata
-
Politisi Demokrat Dorong Pemakzulan Donald Trump dan Menteri Perang AS
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- 7 Bedak Anti Luntur Kena Keringat saat Cuaca Panas, Makeup Tetap On Seharian
- Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 4 HP Tahan Air yang Bisa Digunakan saat Berenang, Anti Rusak dan Anti Rewel
Pilihan
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
-
Berkas 4 Oknum BAIS TNI Tersangka Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Dilimpahkan ke Otmil
-
Resmi! Lurah Kalisari Dinonaktifkan Buntut Skandal Tangani Laporan di JAKI Pakai Foto AI
-
Efek Konflik Global: Plastik Langka, Pedagang Siomay hingga Penjual Jus Tercekik Biaya Produksi
-
Serangan Brutal di Istanbul, 3 Orang Tewas di Dekat Konsulat Israel
Terkini
-
4 Kementerian Siap Integrasi Data Perkuat Keberlangsungan Program JKN
-
Dewan Keamanan Iran: Perang Belum Berakhir, Tangan Kami Tetap di Pelatuk
-
BNI Perkuat Edukasi Anti-Phishing, Kenalkan Panduan Aman Periksa untuk Nasabah Korporasi
-
Sosok Kim Ju Ae: Putri Kim Jong Un yang Digadang Jadi Presiden Perempuan Pertama Korut
-
Polres Jakarta Barat Terbakar: Api Berhasil Dipadamkan dalam 30 Menit, Tak Ada Korban Jiwa
-
Buru Aliran Dana Korupsi Tambang, Kejagung Bekukan Rekening Samin Tan dan Keluarganya!
-
'Urat Malu Putus?' Viral Pria Diduga TNI Cekcok dengan Polisi Gegara Terobos Lampu Merah
-
Kaposwil Safrizal ZA: Pemulihan Aceh Pasca Bencana Alami Kemajuan dan Perkembangan Dinamis
-
Iran dan Israel Sepakati Gencatan Senjata Bersama Amerika Serikat
-
Penderitaan 21 Tahun Warga Bintaro: Akses Jalan Tersandera Pungli, DPRD Desak Pemkot Bertindak!