News / Internasional
Rabu, 08 April 2026 | 08:19 WIB
Warga Iran memegang foto Ayatollah Mojtaba Khamenei. [Khamenei News]
Baca 10 detik
  • Dewan Keamanan Nasional Iran menyetujui gencatan senjata selama dua pekan mulai Rabu (8/4/2026) untuk meredakan ketegangan militer terkini.
  • Amerika Serikat dan Israel sepakat menghentikan serangan militer setelah dilakukan mediasi intensif oleh otoritas pemerintah negara Pakistan.
  • Perundingan lanjutan akan dilaksanakan di Islamabad hari Jumat guna membahas akses Selat Hormuz serta penarikan pasukan militer.

Suara.com - Dewan Keamanan Nasional Agung Iran secara resmi mengumumkan penerimaan terhadap usulan gencatan senjata selama dua pekan dalam konflik yang tengah berlangsung, Rabu (8/4/2026).

Langkah diplomatik ini menandai jeda krusial setelah ketegangan militer mencapai puncaknya dalam beberapa hari terakhir.

Teheran juga mengonfirmasi bahwa perundingan langsung dengan Amerika Serikat akan segera dilaksanakan di Islamabad, Pakistan, yang dijadwalkan mulai pada hari Jumat mendatang.

Meski menyetujui jeda serangan, otoritas keamanan tertinggi Iran menegaskan bahwa hal ini bukanlah akhir dari konfrontasi. Dalam pernyataan resminya, mereka memberikan peringatan keras kepada pihak lawan.

"Kami tekankan bahwa hal ini tidak menandakan berakhirnya perang," tulis pernyataan tersebut. Teheran menambahkan bahwa kewaspadaan militer tetap berada pada level tertinggi, dengan menyatakan, "Tangan kita tetap berada di pelatuk, dan jika musuh melakukan kesalahan sekecil apa pun, maka akan kita balas dengan kekuatan penuh."

Perubahan Haluan Diplomasi Donald Trump

Pengumuman dari pihak Iran ini menyusul pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Selasa malam waktu Washington.

Trump menyatakan menarik kembali ancamannya untuk memperluas serangan terhadap infrastruktur vital Iran, termasuk jaringan jembatan, pembangkit listrik, dan objek sipil lainnya.

Keputusan ini diambil dengan syarat Iran bersedia mematuhi gencatan senjata selama 14 hari serta membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Baca Juga: Trump Ancam 'Hancurkan Peradaban', Iran Respon dengan Siap Siaga Perang Penuh

Sebelumnya, retorika Trump sempat mencapai titik yang sangat ekstrim pada Selasa pagi.

Ia melontarkan peringatan keras melalui media sosial bahwa "Seluruh peradaban akan mati malam ini, dan tak akan pernah bisa dihidupkan kembali.," jika Iran gagal mencapai kesepakatan terkait pembukaan Selat Hormuz.

Pernyataan tersebut memicu gelombang kecaman luas dari berbagai pihak, termasuk politisi Partai Demokrat, sebagian pendukung gerakan "Make America Great Again" (MAGA) yang mulai berseberangan dengan Trump, hingga pemimpin tertinggi umat Katolik asal Amerika yang pertama.

Dua pejabat Gedung Putih mengonfirmasi kepada Reuters bahwa Israel juga menjadi bagian dari kesepakatan gencatan senjata dua minggu ini.

Tel Aviv dipastikan akan menghentikan serangan udara ke wilayah Iran selama proses negosiasi diplomatik berlangsung di Pakistan.

Peran Sentral Pakistan sebagai Mediator

Load More