- Dewan Keamanan Nasional Iran mengklaim kemenangan atas Amerika Serikat dan Israel pada Rabu, 8 April di Teheran.
- Iran memaksa AS menerima rencana sepuluh poin, termasuk pencabutan sanksi dan pengakuan program pengayaan uranium nasional.
- Pemerintah Iran tetap menjaga kesiagaan militer penuh sambil memfinalisasi detail kesepakatan akhir melalui proses diplomasi intensif.
Suara.com - Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) mengklaim telah meraih kemenangan besar dalam perang melawan AS-Israel.
Pihak SNSC menegaskan perang belum benar-benar berakhir meski 10 poin kesepakatan damai telah disetujui pihak yang bertikai.
Pernyataan resmi yang dirilis Rabu (8/4) itu menyebut Washington telah menerima prinsip-prinsip utama yang diajukan Teheran untuk mengakhiri perang.
Dalam pernyataannya, SNSC menegaskan bahwa AS-Israel telah menderita kekalahan telak dan menghancurkan dalam perang yang disebut sebagai aksi ilegal dan kriminal terhadap Iran.
Iran mengklaim berhasil memaksa AS menerima rencana 10 poin yang mencakup jaminan non-agresi, pencabutan seluruh sanksi, hingga pengakuan atas program pengayaan uranium.
Selain itu, Iran juga menuntut penarikan pasukan tempur AS dari kawasan dan kompensasi atas kerugian perang.
“Kami memberi kabar gembira kepada bangsa Iran bahwa hampir seluruh tujuan perang telah tercapai,” bunyi pernyataan SNSC seperti dilansir dari Tasnim News Agency.
SNSC juga menekankan bahwa kemenangan ini belum final dan masih memerlukan konsolidasi melalui jalur diplomatik.
“Musuh telah memohon selama lebih dari sebulan untuk menghentikan serangan, tetapi kami menolak hingga tujuan tercapai,” tulis SNSC.
Baca Juga: Iran dan Israel Sepakati Gencatan Senjata Bersama Amerika Serikat
SNSC menegaskan bahwa negosiasi tersebut tidak berarti perang telah berakhir.
“Iran hanya akan menerima akhir perang ketika seluruh detail kesepakatan sesuai dengan rencana 10 poin telah difinalisasi,” tegas mereka.
Lebih lanjut, Iran menegaskan akan tetap berada dalam posisi siaga militer.
“Tangan kami tetap di pelatuk, dan setiap kesalahan kecil dari musuh akan dibalas dengan kekuatan penuh,” tegas SNSC.
Pemerintah Iran juga menyerukan persatuan nasional selama proses negosiasi berlangsung.
Mereka meminta seluruh elemen masyarakat dan elite politik untuk mendukung langkah diplomasi yang disebut sebagai kelanjutan dari medan pertempuran.
Berita Terkait
-
Iran dan Israel Sepakati Gencatan Senjata Bersama Amerika Serikat
-
Trump Terima Proposal Damai 10 Poin Iran Sambil Ancam Gunakan Kekuatan Destruktif Jika Gagal Total
-
Pepesan Kosong Ancaman Donald Trump ke Iran: 3 Kali Ultimatum, 3 Kali Ditunda
-
Iran Tegaskan Kekuatan Penuh Jika Amerika Salah Langkah Selama Masa Gencatan Senjata
-
Politisi Demokrat Dorong Pemakzulan Donald Trump dan Menteri Perang AS
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!
-
Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi
-
Jalan Cinta Amblas Nyaris 90 Derajat, DKI Bongkar Pemicunya: Tanggul Kali Sunter Retak!
-
Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura
-
Jokowi Mau Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', Gerindra: Bagus, Kompetisi Politik Makin Sehat!
-
Bupati Kuansing Diduga Kumpulkan Duit dari 914 Anggota KUD untuk Suap Pelepasan Hutan
-
Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?
-
Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka
-
Kader PSI Kalsel Desak Jokowi Segera Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina, Begini Respons Kaesang
-
Duet 'Indonesia Emas 2045' dan 'India Maju 2047', PM Narendra Modi: Kita Mitra Alami