-
Iran ajukan proposal sepuluh poin damai termasuk pengakuan uranium dan pencabutan sanksi ekonomi.
-
Donald Trump setuju menunda serangan militer selama dua pekan setelah mediasi darurat Pakistan.
-
Penyelesaian konflik bergantung pada resolusi PBB dan pengosongan pangkalan militer AS di kawasan.
Suara.com - Perang di kawasan Timur Tengah yang telah membara selama lebih dari satu bulan kini memasuki babak baru yang krusial.
Pemerintah Iran secara resmi melayangkan sepuluh poin persyaratan kepada Amerika Serikat demi mengakhiri rangkaian konflik bersenjata tersebut.
Dalam dokumen tersebut, Teheran menuntut pengakuan penuh atas program pengayaan uranium yang selama ini menjadi pusat perselisihan.
Selain masalah nuklir, Iran mendesak penghapusan seluruh sanksi ekonomi yang telah mencekik negara tersebut selama bertahun-tahun.
Langkah ini diambil Iran sebagai syarat mutlak agar stabilitas keamanan di wilayah tersebut dapat kembali normal seperti sedia kala.
"Kontrol Iran yang berkelanjutan di Selat Hormuz, menyetujui pengayaan uranium, serta mengangkat semua sanksi primer dan sekunder," kata Majelis Keamanan Nasional Tertinggi dikutip dari Reuters.
Tuntutan mengenai penguasaan jalur laut ini menjadi sangat sensitif mengingat peran strategisnya dalam distribusi energi global.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital yang melayani pengiriman setidaknya seperlima dari total konsumsi minyak bumi dunia.
Blokade yang dilakukan Iran di selat tersebut diketahui telah berlangsung selama lima pekan terakhir sejak konflik pecah.
Baca Juga: Dewan Keamanan Iran: Perang Belum Berakhir, Tangan Kami Tetap di Pelatuk
Klaim kemenangan diplomatik mulai digaungkan oleh pihak Teheran seiring dengan penyerahan dokumen proposal perdamaian ini.
Proses mediasi ini berlangsung secara tidak langsung melalui bantuan diplomatik dari pemerintah Pakistan sebagai perantara utama.
Iran menegaskan bahwa kehadiran militer Amerika Serikat di tanah Timur Tengah harus segera diakhiri tanpa syarat apa pun.
Mereka juga meminta agar Washington menghentikan segala bentuk agresi militer terhadap negara-negara yang menjadi sekutu Iran.
Poin lain yang tidak kalah penting adalah permintaan pembebasan aset-aset keuangan Iran yang selama ini dibekukan oleh pihak Barat.
Teheran menginginkan jaminan hukum yang kuat agar kesepakatan ini tidak dilanggar di masa depan oleh pihak mana pun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut
-
Aktivis Pati Kembali ke Jakarta, Siapkan Massa untuk Aksi 27 Agustus di DPR RI
-
Presiden Prabowo Subianto Bakal Sikat Korporasi Pembakar Hutan Kalimantan
-
Tenxi hingga NDX AKA Meriahkan Primaria Fest 2026, Momen Titip Doa buat Korban Gempa Bikin Haru