News / Internasional
Rabu, 08 April 2026 | 10:57 WIB
Selat Hormuz
Baca 10 detik
  • Iran ajukan proposal sepuluh poin damai termasuk pengakuan uranium dan pencabutan sanksi ekonomi.

  • Donald Trump setuju menunda serangan militer selama dua pekan setelah mediasi darurat Pakistan.

  • Penyelesaian konflik bergantung pada resolusi PBB dan pengosongan pangkalan militer AS di kawasan.

Upaya formalisasi melalui Dewan Keamanan PBB dianggap sebagai langkah kunci untuk memastikan komitmen Amerika Serikat bersifat permanen.

Pengayaan uranium tetap menjadi agenda prioritas karena berkaitan langsung dengan kedaulatan pengembangan teknologi nuklir nasional Iran.

Bagi Amerika Serikat, poin pengayaan uranium ini merupakan tantangan terbesar yang selalu ditolak dalam setiap perundingan sebelumnya.

Namun, desakan situasi di lapangan memaksa Gedung Putih untuk mempertimbangkan kembali posisi tawar mereka terhadap tuntutan Teheran.

Publikasi proposal ini muncul tepat saat Presiden Donald Trump dilaporkan tengah bersiap meluncurkan serangan militer dalam skala besar.

Intervensi diplomatik dari Pakistan di menit-menit terakhir berhasil mengubah konstelasi politik yang semula berada di ambang kehancuran.

Setelah berkomunikasi dengan Perdana Menteri Sharif Shehbaz, Trump akhirnya memutuskan untuk mengambil langkah mundur sementara waktu.

Keputusan besar diambil untuk menunda segala bentuk tindakan militer setidaknya selama empat belas hari ke depan.

Waktu dua pekan ini akan dimanfaatkan kedua belah pihak untuk membedah lebih dalam setiap poin yang diajukan Iran.

Baca Juga: Dewan Keamanan Iran: Perang Belum Berakhir, Tangan Kami Tetap di Pelatuk

Pernyataan ini memberikan sedikit nafas lega bagi pasar global yang sempat khawatir akan lonjakan harga minyak dunia.

Meskipun peluang damai terbuka, proses diplomasi ini diperkirakan akan berjalan sangat alot karena perbedaan ideologi yang tajam.

Banyak analis menilai bahwa tuntutan Iran sangat berat untuk dipenuhi secara keseluruhan oleh pemerintahan Donald Trump.

Dunia kini menanti apakah sepuluh poin tersebut akan menjadi akhir dari perang atau justru sekadar jeda sebelum badai.

Load More