News / Nasional
Rabu, 08 April 2026 | 13:54 WIB
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf. (Suara.com/Lilis)
Baca 10 detik
  • Menteri Haji dan Umrah memaparkan potensi kenaikan biaya penerbangan haji 2026 hingga 51,48 persen akibat konflik Timur Tengah.
  • Gejolak ekonomi dan perubahan rute penerbangan memicu lonjakan biaya operasional yang signifikan bagi maskapai Garuda dan Saudi.
  • Presiden Prabowo berkomitmen agar kenaikan biaya penerbangan tersebut tidak dibebankan langsung kepada calon jemaah haji Indonesia.

Namun, hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi terkait force majeure dari otoritas yang berwenang, baik di Indonesia maupun di Arab Saudi, yang dapat dijadikan dasar hukum untuk mengubah kontrak secara sepihak.

"Itu adalah komitmen dari Presiden Prabowo yang sudah dimintakan kepada kami bersama tim untuk bisa menindaklanjuti dan menghitung berapa sebenarnya kebutuhan yang diperlukan," pungkasnya.

Load More