- Komisi III DPR RI akan mengkaji usulan BNN mengenai pelarangan vape akibat temuan cairan yang terkontaminasi narkotika.
- Kajian tersebut dilakukan pada Rabu (8/4/2026) sebagai bagian dari proses penyusunan Rancangan Undang-Undang Narkotika dan Psikotropika.
- DPR RI berupaya menyeimbangkan upaya pemberantasan penyalahgunaan narkotika dengan mempertimbangkan dampak ekonomi bagi pelaku usaha sektor vape.
Suara.com - Komisi III DPR RI memastikan akan mengkaji secara mendalam usulan Badan Narkotika Nasional (BNN) terkait pelarangan peredaran rokok elektrik atau vape di Indonesia.
Langkah ini diambil menyusul maraknya temuan cairan (liquid) vape yang terkontaminasi narkotika hingga obat bius.
Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Abdullah, menyatakan bahwa temuan BNN yang didasarkan pada uji laboratorium tersebut merupakan informasi krusial.
Hal ini menjadi catatan penting mengingat Komisi III tengah menyusun Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Narkotika dan Psikotropika.
“Temuan ini tentu sangat serius dan menjadi bahan penting dalam pembahasan RUU. Kami di Komisi III akan mengkaji secara mendalam usulan pelarangan vape sebelum diputuskan untuk dimasukkan dalam regulasi,” ujar Abdullah kepada wartawan, Rabu (8/4/2026).
Ia menilai, modus peredaran narkoba melalui vape adalah ancaman nyata yang harus diwaspadai. Sifatnya yang sulit dideteksi secara kasat mata berpotensi besar menyasar kelompok usia produktif.
“Peredaran narkoba melalui vape sangat meresahkan. Ini bisa menjadi pintu masuk baru bagi penyalahgunaan narkotika, terutama di kalangan anak muda. Negara harus hadir untuk melindungi masyarakat,” tegasnya.
Meskipun mendukung pemberantasan narkoba, Abdullah mengingatkan agar pemerintah dan legislatif tidak gegabah dalam mengambil keputusan pelarangan total.
Menurutnya, ada aspek lain yang perlu diperhatikan, salah satunya adalah ekosistem ekonomi yang sudah terbentuk di sektor ini.
Baca Juga: Heboh BNN Mau Larang Vape di Indonesia, Ini Curhatan Para Pengguna yang Kaget: Itu Ulah Oknum
“Jika memang terbukti vape disalahgunakan untuk peredaran narkoba, saya mendukung pelarangan. Namun, kebijakan tersebut harus melalui tahapan yang matang. Banyak pelaku UMKM yang menggantungkan usahanya pada penjualan vape, dan tidak sedikit masyarakat yang juga menggunakannya,” jelasnya.
Pria yang akrab disapa Gus Abduh ini menekankan bahwa regulasi yang dihasilkan nantinya harus bersifat komprehensif dan didasarkan pada data yang kuat agar tidak menimbulkan gesekan di masyarakat.
“Semua harus diperhitungkan secara cermat. Jangan sampai kebijakan yang diambil justru menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Sebagai informasi, usulan pelarangan vape ini muncul di tengah pembahasan RUU Narkotika dan Psikotropika yang telah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2026. DPR RI sendiri telah menyepakati perubahan Prolegnas Prioritas 2026 yang kini mencakup 64 rancangan undang-undang.
Berita Terkait
-
Heboh BNN Mau Larang Vape di Indonesia, Ini Curhatan Para Pengguna yang Kaget: Itu Ulah Oknum
-
Tolak Larangan Total Vape, Pengusaha Minta Pemerintah Fokus pada Pengawasan Ketat
-
Sektor Alternatif: Dorong Pemahaman Profil Risiko Produk Tembakau Non-Bakar
-
Lapas Nyaris Meledak! Kepala BNN Usul 54 Ribu Pengguna Narkoba Direhabilitasi Ketimbang Dipenjara
-
BNN Usul Larang Vape: Temuan Narkotika di Liquid Picu Alarm Bahaya
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
-
Berkas 4 Oknum BAIS TNI Tersangka Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Dilimpahkan ke Otmil
Terkini
-
Gencatan Senjata AS-Iran: Daftar 10 Tuntutan Teheran yang Disetujui Trump dan Fakta Terbarunya
-
Prabowo Dorong Joint Venture Garuda dan Saudia Airlines untuk Efisiensi Penerbangan Haji
-
Dasco Dinilai Sukses Terapkan 'Manajemen Persaudaraan' Lawan Politik 'Devide et Impera'
-
Prabowo Evaluasi Kabinet Setiap Hari, Mensesneg: Belum Ada Rencana Reshuffle
-
Prabowo Klaim Kondisi RI Jauh Lebih Baik dari Negara Lain di Tengah Lonjakan Harga Energi Dunia
-
Dinkes DKI Pastikan Belum Ada Kasus Positif Campak di Jakarta, Pengawasan Tetap Diperketat
-
Tak Hanya Anak, Vaksin Campak Kini Bisa Digunakan Orang Dewasa
-
Buku Saku 0%, Cara Pemerintah Jelaskan Transformasi Kebijakan Pengentasan Kemiskinan
-
KPK Cecar Saksi Soal PBB PT Wanatiara Persada Hingga Aset Tersangka Kasus Pajak Jakarta Utara
-
Mikroplastik di Dasar Laut, Ancaman bagi Ekosistem dan Manusia